Selasa, 08 Agustus 2017

Deklarasi Anti Miras di Jazirah Leihitu

Ambon (IndonesiaMandiri) – Kodam XVI/Pattimura menggelar kegiatan Malam Keakraban Pemuda Pemudi Jaizirah Lehitu yang mengusung tema “Mari Katong Baku Bae “ dan berlangsung di Benteng Amsterdam Desa Kaitetu kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah (4/8).
Acara ini merupakan lanjutan dari kegiatan “Gowes to Amsterdam” dan baru pertama kalinya diadakan. Tampak dalam aksi ini Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Monardo, Kapolda Maluku Irjen (Pol) Deden J, Wakapolda Maluku Brigjen (Pol) Pasaribu, Kasdam XVI/Pattimura Brigjen Tri Soewandono, Para Asisten dan Pejabat TNI/Polri, Muspika Kecamatan Leihitu, Para Raja Jaizirah Leihitu, Toga, Toda, Toma dan Masyarakat Kecamatan Leihitu.
Selain dimeriahkan oleh panggung hiburan dalam rangka memperingati HUT RI ke -72 dan silaturahmi dengan Masyarakat Leihitu, juga diadakan penanda tanganan deklarasi kesepakatan bersama Raja/Pejabat 11 Negeri Se-Jazirah Leihitu dalam rangka menciptakan suasana yang aman, tentram dalam kehidupan bermasyarakat terutama dalam menolak /anti miras terutama sopi, sageru, dan sejenisnya.
Memalui lima kesepatakan bersama yang intinya menolak keras peredaran dan menolak/anti miras di Jazirah Leihitu, karena miras merupakan pemicu dari setiap permasalahan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Monardo juga memberikan bantuan sarana olah raga berupa bola kaki, bola volly dan net volly kepada 11 negeri se- Jaizirah Leihitu karena memalui olah raga diharapkan dapat membuat pemuda pemudi dapat melakukan hal-hal positif.
Raja Negeri Hilla Abdullah Ollong mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pangdam XVI/Pattimura atas inisiatifnya dalam menggagas kegiatan ini, juga apresiasi yang besar atas hasil TMMD yang dirasakan banyak sekali manfaatnya bagi masyrakat baik di Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Selain itu Abdullah Ollong juga menambahkan, bahwa dirinya bersama seluruh Muspika yang ada di Jazirah Leihitu akan mendukung program Pangdam XVI/Pattimura seperti Emas biru dan Emas Hijau. Karena program tersebut dapat menghasilkan Emas Putih yaitu Perdamaian dan kesejahteraan.
Sedangkan Camat Leihitu Bpk Amir Sopalatu dalam sambutannya menyampaikan, acara ini digelar bukan hanya untuk memperingati HUT RI ke -72 saja, tetapi juga sebagai ajang promosi situs sejarah seperti Benteng Amsterdam, Gereja Tua dan Masjid Tua Kaitetu. ”Acara ini mudah-mudahan dapat memperkokoh keakraban bagi pemuda/pemudi Jazirah Leihitu, memalui Deklarasi anti miras dapat menumbuhkan rasa kebersamaan sehingga dandam dan benci dapat hilang, mari sama-sama kita maju Lawamena Haulala, Mangkurebe Maju”, pesan Amir.
Sementara Kapolda Maluku Irjen (Pol) Deden J menyampaikan apresiasi terhadap program Pangdam XVI/Pattimura yaitu program emas hijau dan emas biru yang telah memajukan Maluku dan Maluku Utara menjadi sejahtera.
Mayjen Doni Monardo menyampaikan acara ini digelar di tiga situs wisata terkenal yang ada di Maluku, dimana merupakan saksi bisu dari deklarasi anti miras dan bukti seluruh warga Jazirah Leihitu melaksanakan silaturahmi. Silaturahmi merupakan wujud implementasi nyata dari butir Pancasila sila ketiga,yaitu Persatuan Indonesia.
Lebih lanjut Pangdam menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar dan jajaran Polri yang ada di Maluku karena satu tahun belakangan ini perselisishan TNI/Polri semuanya mulai hilang sehingga Maluku dijadikan contoh oleh daerah lain bukan hanya dalam sinergitas TNI/Polri, tetapi dengan Masyarakat terbukti dengan masuknya dua Kota di Maluku yaitu Ambon dan Tual masuk 10 kota dengan tingkat kebahagiaan tertinggi di Indonesia. Mengingat tingkat keamanan yang baik mampu meningkatkan kegiatan ekonomi yang baik pula. Maluku merupakan daerah yang sangat kaya dengan menyumbang 72% dari sumber Potensi Nasional untuk sumber daya ikan (ma).
Foto: Pendam 16