Selasa, 07 November 2017

Perpisahan Dengan Pangdam XVI/Pattimura

Ambon (IndonesiaMandiri) - “Melalui program Emas Biru dan Emas Hijau, bapak Pangdam berhasil mengajak Masyarakat Maluku untuk keluar dari masalah politik dan lebih berpikir untuk berkarya. Saat ini sudah menjadi bahan diskusi di kampus karena kita telah kehilangan seorang pemimpin sejati. Meskipun bapak Pangdam telah pergi namun orang Maluku sudah menganggap beliau seperti saudara sendiri," aku Dr. Abidin Wakano, dosen di Universitas Pattimura, saat menghadiri tatap muka masyarakat dengan Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Monardo yang selesai masa tugasnya di Maluku (6/11).


Beberapa tokoh masyarakat dari kalangan adat, agama, dan pemuda yang berjumlah sekitar 200-an orang memadati Aula Sudirman Mokodam XVI/Pattimura guna mendengarkan pesan-pesan terakhir sang Pangdam yang legendaris dengan berbagai programnya yang sangat menyentuh masyarakat untuk kesejahteraan bersama.


Acara tatap muka ini disamping dihadiri oleh Mayjen Doni, juga Pangdam XVI/Pattimura yang baru Mayjen Suko Pranoto, Kasdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Tri Soewandono, Para Asisten, Para Dansat dan Kabalak jajaran Kodam XVI/Pattimura serta Danramil jajaran Kodim 1504/Ambon, Para camat, dan Para Raja di Maluku.


“Provinsi Maluku kaya akan rempah- rempah yang harus di lestariakan. Disamping itu, di Maluku juga banyak ditemukan kayu yang bernilai jual tinggi diantaranya kayu Gaharu yang ada di negeri Aboru pulau Haruku dan kayu Cendana yang banyak dijumpai di Pulau Wetar, sehingga perlu dilestarikan dengan baik," ucap Mayjen Doni, yang segera akan mengisi jabatan barunya sebagai Pangdam III/Siliwangi di Jawa Barat (bp).


Foto: Pemdam16