Senin, 06 November 2017

Sinergi TNI AD-Kementan Tuai Hasil Optimal

Jakarta (IndonesiaMandiri) - “Sejak dijalankan pada 2015, program ini berjalan sangat baik. Dengan masuknya TNI AD, semakin nyata dan semakin konkrit capaian pencetakan sawah. Hingga triwulan II 2017, sudah tercetak 150.959 ha dengan realisasi mencapai 2,6 triliun, dari yang dianggarkan 4,1 triliun,” komentar Rizal Djalil, anggota IV BPK, saat menghadiri pertemuan bersama Menteri Pertanian dan Kepala Staf Angkatan Darat di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta (6/11).

Rizal sangat mengapresiasi kerjasama Kementan dengan TNI yang disebutnya sebagai program terobosan di bidang pangan. Capaian hasilnya memang tak bisa dirasakan seketika. Bahkan ada yang sedikit belum berhasil. Tetapi secara nyata, sejak akhir 2014 kerjasama ini dilaksanakan, kini terasa sekali manfaatnya.

"Kami telah melakukan kerjasama dengan TNI AD di bidang pangan dengan mengacu pada sejumlah peraturan, diantaranya Undang-Undang No. 34/2014 dan Inpres No. 5 /2011 tentang Penanganan Produksi Beras Nasional dalam kondisi iklim ekstrim," tegas Mentan Amran Sulaiman.

Sebagaimana diketahui bahwa pada 2015 terjadi El-Nino dan 2016 terjadi La Nina yang lebih dahsyat dibandingkan El Nino 1998 maupun La Nina 1999. Tapi Indonesia berhasil melewatinya dan bahkan produktivitas beras meningkat sehingga sejak 2016 pemerintah tak mengeluarkan rekomendasi izin impor beras. Keberhasilan ini tidak bisa dilepaskan dari kerjasama Kementan dan TNI di bidang pangan, termasuk dalam cetak sawah baru.

"Hasil dari kerjasama Kementan dan TNI AD, hasil cetak sawah bisa tercapai. Dibandingkan tahun 2014, hasil cetak sawah pada 2015-2017, naik hingga 400 persen. Kenaikan tersebut tertinggi dalam sejarah pertanian di Indonesia," sambung Amran.

Sementara Kasad Jenderal Mulyono menyebutkan bahwa sesuai yang diamanahkan dalam UU No. 34/2004 disebutkan bahwa TNI memiliki 14 tugas lain di luar tugas operasi militer, salah satunya adalah ikut dalam meningkatkan kesejahteraan dan masyarakat, serta melancarkan pembangunan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Mulyono membantah jika kerjasama Kementan dan TNI mengganggu tugas utama TNI dalam bidang kemiliteran. "Tugas pendampingan di bidang ketahanan pangan dilakukan oleh satuan komando wilayah dari satuan ZENI AD, dimana salah satu tugasnya adalah konstruksi. Sehingga yang kita kerahkan sesuai dengan tupoksinya," ungkap Mulyono (as/ab).

Foto: istimewa