Senin, 26 Februari 2018

50 Ribu Wisawatan Meriahkan PBTY 2018


Yogyakarta (IndonesiaMandiri) - Ketika acara Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta/PBTY 2018 dibuka, banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang turut hadir. Tak kurang dari 50.000 wisatawan menyaksikan rangkaian pembukaan yang digelar di Jalan Malioboro, Kampung Ketandan, dan Alun-alun Utara Keraton (24/2).

“Berdasarkan data yang masuk ke kita, jumlah wisatawan yang hadir pada pembukaan ini mencapai 50.000 orang. Pengunjung sudah ramai sejak sore,” jelas Ketua Umum PBTY, Tri Kirana Muslidatun.

Istri Walikota Yogyakarta itu menambahkan, jumlah 50.000 wisatawan tersebut adalah gabungan dari rangkaian acara pembukaan. “Pembukaan PBTY 2018 ini ada rangkaiannya. Mulai dari persiapan di Abu Bakar Ali, karnaval, hingga berbagai atraksi di Alun-alun Utara. Juga kunjungan wisatawan di Kampung Ketandan,” tuturnya.

Menurut Tri Kirana, jumlah tersebut sesuai target. “50.000 itu baru hari pertama ya, baru pembukaan. Tapi setiap hari PBTY ini selalu menghadirkan 10.000 wisatawan. Dan jumlah itu rutin sejak awal pelaksanaan,” terangnya.

“Ini bukti Yogyakarta masih ada toleransi. Kegiatan ini menjadi bukti jika kita masih solid. Dan semoga PBTY membuat kita semakin kuat,” kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X saat membuka secara resmi Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta.

Meski menjadi bagian dari perayaan Imlek dan Cap Go Meh, budaya nusantara ditampilkan dalam kegiatan itu. Salah satu atraksi yang menarik perhatian adalah aksi grup tari Praginagong Yogyakarta. Delapan penari Praginagong menggabungkan berbagai tarian nusantara dalam pementasannya. Mulai dari Aceh, Medan, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, bahkan hingga Papua.

Namun, atraksi yang paling ditunggu masyarakat Yogyakarta adalah drumband Gita Dirgantara milik Akademi Angkatan Udara. Drumband ini menampilkan banyak formasi dengan sangat enerjik. Diantaranya membuat formasi menara dari drum.

Sebelum pesta kembang api menutup rangkaian acara, tampil naga sepanjang 150 meter. Aksi naga tersebut dibawakan secara bergantian oleh 200 orang. Naga ini telah tercatat dalam MURI (fm).

Foto: Istimewa