Kamis, 15 Februari 2018

AirNav Indonesia Jamin Keselamatan Penerbangan


Jakarta (IndonesiaMandiri) - "Kami akan berkolaborasi dan sinergi dengan pengelola bandara (AP 1 dan AP 2), UPBU dan maskapai penerbangan sebagai kunci keberhasilan program-program meningkatkan keselamatan, kapasitas, dan efisiensi penerbangan di Indonesia," kata Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto saat pertemuan dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya sebagai rangkaian roadshow dukungan unsur 3A (Authorities – Airports & AirNavigation – Airlines) di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar (13/2).


AirNav Indonesia juga mendukung target pariwisata nasional meraih 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2018. Menpar Arief Yahya mengapresiasi dukungan AirNav Indonesia akan menambah slot penerbangan dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan.



Menpar menjelaskan, dalam upaya memenuhi kebutuhan seats kita melakukan peningkatan kapasitas airport dengan berbagai strategi yakni; dengan pembangunan fisik, pengembangan bandara, dan pembangunan bandara baru. “Tetapi semua ini tidak akan berjalan bila tidak ada penambahan slot penerbangan. AirNav sudah komit. Ini luar biasa. Terima kasih AirNav,” kata Arief Yahya.



Air connectivity menjadi kunci sukes dalam mendatangkan wisman, karena 80% wisman yang masuk ke Indonesia menggunakan moda transportasi udara, sedangkan sisanya  melalui laut dan cross-border land.



Dirut AirNav Novie Riyanto didampingi jajaran direksi, para kepala divisi, dan kepala biro melaporkan kepada Menpar Arief Yahya program strategis AirNav 2018 di antaranya; percepatan pengambilalihan Flight Information Region (FIR) atau ruang udara Indonesia di Blok ABC (ruang udara Indonesia dari Batam hingga Natuna) yang sejak 1946 hingga kini masih dikelola oleh Singapura dan Malaysia.



Sementara itu untuk melayani ruang udara di sektor ABC, AirNav Indonesia cabang Pontianak sudah mempersiapkan dengan infrastruktur pendukung maupun instalasi peralatan dan sudah dijalankan sejak 2012 lalu. Infrastruktur yang sudah disiapkan antara lain; peralatan Automatic Dependent Surveillance - Broadcast (ADS-B), radio komunikasi, dan menentukan frekuensi khusus.



Selain itu, AirNav juga mempersiapkan fasilitas pengaturan lalu lintas udara atau Communication Navigation Surveillance (CNS)-Air Traffic Management (ATM) serta menambah Air Traffic Controller Working Positions hingga penambahan sumber daya manusia (SDM) berstandar internasional.



Investasi peningkatan pelayanan navigasi penerbangan disiapkan senilai Rp 337 miliar dari total investasi AirNav Indonesia yang mencapai Rp 2,18 triliun (fm) | Foto: Istimewa