Kamis, 15 Februari 2018

AP I Perbanyak Tourist Information Centre


Jakarta (IndonesiaMandiri) - Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat menaruh harapan besar dengan keberadaan bandara yang ada di seantero nusantara guna menopang kedatangan wisatawan ke Indonesia.


Ketika Menpar dalam roadshownya mendatangi kantor AP I di Kota Baru Bandar Kemayoran Jakarta Pusat (12/2), Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan, guna memenuhi target 17 juta wisman di 2018, perlu pertumbuhan Year on Year (YoY) minimal 22%. “Tidak bisa mengandalkan bandara selain Ngurah Rai Denpasar (DPS) dan Soekarno-Hatta Cengkareng (CGK), karena kontribusinya hanya 10%. Makanya pintu masuk bandara DPS diharapkan bisa tumbuh lebih dari 22%.



Pengembangan kapasitas Bandara Ngurah Rai pun harus disentuh. Tujuannya, bisa menambah slot untuk penambahan frekuensi maupun rute baru. Mulai September 2018, pergerakan pesawat per jam di Bandara Ngurah Rai Bali akan ditingkatkan menjadi 33 kali dari sebelumnya 30 pergerakan.



Strategi lain yang digarap adalah trafik internasional di Bandara Sam Ratulangi Manado, Lombok International Airport, dan Adi Sutjipto Jogja. Ketiganya juga tumbuh cukup tinggi di 2017. Oleh karena itu, kapasitas di tiga bandara ini akan segera diantisipasi agar bisa tetap tumbuh.



“Airlines memerlukan stimulus untuk mengembangkan network-nya, maka dari itu AP 1 berharap bisa mendukung paket insentif bersama untuk mendorong pengembangan rute airlines,” jelas Faik. Insentif yang disiapkan AP 1 antara lain diskon landing fee hingga 100% untuk new routes/flights, free material promo for airport, dan incentives for pax growth.



Lalu, ada yang cukup menarik dari strategi AP I dalam berinovasi menjaring wisatawan. Yaitu, membangun Tourist Information Center (TIC) di setiap bandara. Untuk hal ini, AP I yang kini mengelola 13 bandara di bagian Tengah dan Timur Indonesia, akan ikut mengembangkan TIC sesuai prototype di T3 bandara Soekarno-Hatta.



Di 2018, ada jutaan calon wisman yang melakukan kunjungan Incentive Tour dari Pemerintah China melalui Charter EBTC (Korpri nya China). Untuk itu, perlu extra-effort untuk menyiapkan slot bagi charter EBTC, di luar tambahan slot yang baru.
Karenanya, Unutilized Slot yang diblok Airlines akan dihilangkan. Operating hours bandara juga akan diperpanjang.



Menteri Pariwisata Arief Yahya tak sungkan mengacungkan dua jempol terhadap komitmen AP I mendukung pariwisata Indonesia. “Dalam memenuhi kebutuhan seat kita lakukan peningkatan kapasitas airport dengan berbagai strategi. Perlu pembangunan fisik, pengembangan bandara  dan pembangunan bandara baru. Ini luar biasa. Terima kasih AP I,” puji Arief Yahya (rm).



Foto: istimewa