Rabu, 07 Februari 2018

AP II Janji Datangkan Banyak Penumpang


JAKARTA, (IndonesiaMandiri) - Rombongan Kementerian Pariwisata yang dipimpin langsung oleh Menteri Arief Yahya bertatap muka dengan pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II (5/2).

Stafsus Menpar Bidang Konektivitas, Judi Rifajantoro dalam paparannya tertera kebutuhan kursi/seats 2018, sebesar 1,1 juta. Dari 1.1 juta itu disebar, Bandara Ngurah Rai 600.000 seats, Soekarno Hatta Jakarta hanya ditarget 3,5 juta, sisanya 150 ribu untuk bandara lain di tanah air.

“Kami sudah menyiapkan langkah untuk mendapatkan 790.000 seats capacity baru di 2018 di semua bandara di AP II,” jawab Muhammad Awaluddin, Direktur Utama Angkasa Pura II.

Menpar beserta rombongan sangat puas dengan janji yang diberikan pihak AP II.
Muhammad Awaluddin yang menerima langsung Menpar menjelaskan, hal itu bukan janji semata. Kenaikan jumlah arus penumpang selama 2017 menjadi rujukannya. Dari seluruh bandara yang dikelola, pada 2016 terdapat 95 juta penumpang, naik 10,83 persen menjadi 105 juta penumpang pada 2017.

Sedangkan untuk pergerakan pesawat di 2017 meningkat 13,46% dengan total sebesar 821.188 pergerakan bila dibandingkan pada 2016 yaitu 723.799 pergerakan. Selain itu pengelolaan kargo juga mengalami pertumbuhan terbesar selama lima tahun terakhir yaitu 9,90% dengan total 816.950 ton.

“Sepanjang 2017, AP II berhasil meraih revenue (unaudited) dengan pertumbuhan sebesar double digit yaitu mencapai lebih dari Rp 8,24 triliun. Pencapaian tersebut meningkat cukup signifikan sekitar 24 persen dibandingkan dengan 2016 yaitu sebesar Rp 6,65 triliun,” sambung Awaluddin.

Strategi AP II begitu tepat dan cepat dalam mengelola bisnis bandara. Salah satunya memberikan sejumlah insentif kepada maskapai yang membuka rute internasional baru di sejumlah bandara dan penambahan extra flight. Serta dioperasikannya beberapa terminal baru yang juga mengakomodir penambahan kapasitas penumpang di beberapa bandara seperti Terminal 3 Internasional Soekarno-Hatta, Husein Sastranegara, Depati Amir, Supadio, dan Silangit.

Tidak puas sampai disitu. Pada tahun 2018, AP II fokus mengembangkan dan mengimplementasikan program Airport Digital Journey Experience. Program itu akan mengoptimalkan penggunaan digital infrastruktur, untuk meningkatkan pelayanan penumpang dan pengguna jasa di 14 bandara. Sehingga terciptanya customer experience yang lebih baik sekaligus juga dalam peningkatan Airport Service Quality Level.

Selain itu, AP II juga akan melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi pertumbuhan transportasi udara di tahun 2018. Khususnya terkait dengan potensi destinasi pariwisata Indonesia antara lain yaitu meningkatkan Slot Availability, Seat Capacity, dan Service Quality di bandara-bandara yang dikelola oleh AP II. Hal itu dilakukan untuk mendukung target pemerintah untuk mencapai 17 juta wisatawan mancanegara pada 2018.

Dalam lawatanya ke kantor AP II, Menpar Arief didampingi  Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Infrastruktur, Judi Rifajantoro, Staf khusus Menteri Bidang Komunikasi Kemenpar Don Kardono, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Robert T. Waloni, Deputi Pengembangan Pemasaran 1 Kemenpar I Gde Pitana, Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman, Sekretaris Deputi Pengembangan Pemasaran 2 Kemenpar Giri Adnyani. Dari pihak AP II tampak hadir Director of Operations & Engineering Djoko Murjatmodjo, Director of Airport Services & Facility Ituk Herarindri, dan Director of Human Capital, GA & IT Tina T. Kemala Intan.

Untuj mencapai target pariwisata 2018 sebanyak 18 juta wisman membutuhkan tambahan 3,5 juta seat atau menjadi 7,5 juta seat, sedangkan untuk mendukung target 20 juta wisman pada 2019 perlu tambahan 3 juta seat atau totalnya menjadi 10,5 juta seat.

“Dalam memenuhi kebutuhan seat kita lakukan peningkatan kapasitas airport dengan strategi tanpa pembangunan fisik bandara; pengembangan bandara secara terbatas; dan pembangunan bandara baru. Luar biasa dan terima kasih AP II, ” kata Arief Yahya sambil memberikan dua jempolnya (ab).

Foto: Istimewa