Minggu, 11 Februari 2018

Asuransi "Garuda Lifestyle Protection" Diluncurkan

Cengkareng (IndonesiaMandiri) - Maskapai flag carrier nasional – Garuda Indonesia bersama Willis Tower Watson dan PT Chubb General Insurance Indonesia (Chubb) bersepakat bekerjasama meluncurkan produk “Garuda Lifestyle Protection” (9/2).  Produk ini merupakan perlindungan asuransi yang memberikan kenyamanan bagi para pemegang keanggotaan GarudaMiles.
 
Melalui produk “Garuda Lifestyle Protection”, Garuda Indonesia menawarkan manfaat lebih bagi pesertanya antara lain berupa keanggotaan GarudaMiles Gold EC+ sebagai bonus untuk anggota GarudaMiles, penggantian dari nilai klaim dalam hal peserta menjalani rawat inap di rumah sakit dikarenakan kecelakaan. Pemegang keanggotaan GarudaMiles Gold EC+ dapat menikmati berbagai fasilitas eksklusif dari Garuda Indonesia diantaranya adalah check-in prioritas di counter khusus Bandara Internasional Soekarno Hatta, akses lounge Garuda Indonesia, tambahan kuota bagasi sebesar 15 kg, perlindungan asuransi perjalanan serta fasilitas lainnya.
 
Selain manfaat asuransi berupa keanggotaan GarudaMiles Gold EC+ tersebutproduk ini memberikan manfaat asuransi lainnya berupa perlindungan terhadap pencurian barang elektronik pribadi dalam kendaraan, penggantian pulsa atau tagihan telepon seluler akibat penyalahgunaanserta santunan terhadap risiko kehilangan dompettas tangandompet-uang dan dokumen.
 
Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury mengatakan bahwa ini merupakan upaya Garuda Indonesia untuk pangsa pasar baru khususnya pasar asuransi. “Masyarakat Indonesia kini sedikit demi sedikit mulai menyadari pentingnya berasuransi. Dengan melihat tren ini, maka kami melihat bahwa pemegang-pemegang polis asuransi merupakan pangsa pasar yang potensial bagi kami," jelas Pahala.
 
Pahala menambahkan bahwa kerjasama ini selain merupakan salah satu bentuk upaya Garuda Indonesia untuk terus memberikan nilai tambah bagi anggota GarudaMiles berupa manfaat asuransi, kerjasama ini juga merupakan upaya Garuda Indonesia untuk meningkatkan pendapatan dari non airline product atau lebih dikenal sebagai ancillary revenue (fm).
 
Foto: Istimewa