Sabtu, 10 Februari 2018

Badan Otorita Pariwisata Borobudur Terbentuk


Magelang (IndonesiaMandiri) - Menteri Pariwisata Arief Yahya meluncurkan Badan Otorita Pariwisata Borobudur (BOB), pada malam budaya Borobudur di Magelang (9/2).

"Malam ini saya perkenalkan Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Borobudur, Intan Juanita. Dia sudah berpengalaman 20 tahun mengelola pembangunan Nusa Dua, Bali dan Mandalika, Lombok. Jadi sangat bisa diandalkan,"  kata Menteri Arief Yahya.

Pembentukan Badan Otorita Pariwisata Borobudur bukan hanya untuk menggenjot pendapatan dari sektor wisata, melainkan juga menjaga situs warisan dunia itu agar tetap lestari untuk generasi mendatang.

“Badan Otorita adalah wakil pemerintah pusat yang kita tetapkan. Jadi, nanti kalau ada apa-apa datang saja ke Badan Otorita. Karena, Badan Otorita mempunyai dewan pengarah, ketuanya Menkomar, anggotanya semua menteri dan gubernur terkait dalam hal Badan Otorita Borobudur, jadi ada dua gubernur terkait,” jelas Arief Yahya.

“Koordinatif kerjaan PUPR, infrastruktur Kemenhub, dan lainnya. Jadi itu satu pintu melalui Badan Otorita, dan ini terbukti efektif seperti di Danau Toba,” paparnya. Menteri Pariwisata mengaku tidak khawatir akan terjadi tumpang tindih kebijakan. Badan Otorita itu akan otoritatif di zona otoritatif, yaitu di Purworejo dengan luas zona 309 hektare. Di luar itu kembali ke pemerintahan biasa,” sambung Arief.

Strategi Kementerian Pariwisata membentuk Badan Otorit atau Kawasan Ekonomi Khusus untuk pengembangan kawasan pariwisata sangat tepat, Karena nantinya terkait ke sektor lain, seperti investasi masuk dalam satu pintu.

Badan Otorita Pariwisata Borobudur dibentuk pertanggal 4 Januari 2018, berdasarkan Peraturan Presiden tentang Pembentukan Badan Otoritas Pariwisata Borobudur tahun 2017 lalu. Borobudur termasuk dalam Warisan Budaya Dunia (World Cultural Masterpiece) oleh Unesco dan menjadi salah satu ikon pariwisata di Indonesia (fm).

Foto: Istimewa