Sabtu, 03 Februari 2018

Banyuwangi Siap Membungkam Dunia

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Kota paling Timur di Pulau Jawa ini dalam lima tahun terakhir memang telah memukau para wisatawan dalam dan mancanegara dengan pesona wisatanya. Ya, Banyuwangi namanya.

Dengan segudang pesona wisatanya (alam, budaya serta kreasi masyarakatnya), Banyuwangi baru saja dinobatkan sebagai kota Festival Terbaik di Indonesia. Penobatan itu disampaikan langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya saat meluncurkan 77 even wisata Banyuwangi sepanjang 2018 (30/1).

“Pertumbuhan event di Banyuwangi sangat pesat. Dimulai 2012 sebanyak 12 event, tahun 2017 lalu meningkat menjadi 75 event dan tahun ini menjadi 77 event. Semua event ini melibatkan seluruh potensi masyarakat sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarat Banyuwangi,” kata Menpar Arief Yahya.

Dari 77 even tersebut, satu di antaranya, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) masuk dalam TOP 10 Nasional Events Festival Indonesia dua event yaitu International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI ) dan Gandrung Sewu masuk TOP 100 Nasional Events.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, sektor pariwisata berhasil menggerakkan ekonomi lokal sehingga pendapatan per kapita warga Banyuwangi melonjak dua kali lipat dari Rp 20,8 juta pada tahun 2010 menjadi Rp 41,5 juta per orang per tahun pada 2016.

Sejumlah atraksi baru dihadirkan dalam 77 even, seperti Festival Tahu-Tempe (9-13 Februari) untuk memperkenalkan kampung pembuatan tahu dan tempe dan Festival Imlek yang akan menampilkan tradisi khas warga Tionghoa (17 Maret). Selain itu, ada Festival Karya Tari (31 Maret), Fishing Festival (7 April), Festival Cokelat (12 Mei), Festival Kuntulan (3-6 Oktober).

Jumlah kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara juga terus meningkat. Mulai 2010 sebanyak 487.000 wisnus dan 5.025 wisman datang, terus meningkat menjadi 4,01 juta dan 74.800 wisman pada 2016, sedangkan 2017 naik menjadi 91.000 wisman dan 2018 ini diproyeksikan menjadi 100.000 wisman. Ya, Banyuwangi sudah siap membungkam dunia dengan aneka festivalnya. Akses menuju ke kota dengan julukan “the sunrise of Java”
ini juga mudah. Sudah ada beberapa penerbangan langsung setiap hari dari Jakarta (ab).

Foto: abri