Senin, 12 Februari 2018

BOB Tetap Utamakan Konservasi Borobudur


Yogyakarta (IndonesiaMandiri) – Badan Otorita Pariwisata Borobudur (BOB) langsung tancap gas untuk lebih mempromosikan berbagai potensinya. Strategi pengembangan kawasan yang menjadi 10 destinasi prioritas pariwisata Kemenpar, kini fokus pada tiga program utama, yaitu penetapan visioning kawasan, penyelesaian akses, dan penetapan status lahan.

Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Borobudur Indah Juanita, di Yogyakarta (10/3), memperinci tiga program utama BOB. Yang pertama Penyelesaian dan penetapan visioning kawasan. Kedua, perencanaan akses cepat dari bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Kulonprogo ke kawasan otoritatif dan Candi Borobudur. Serta melakukan sinkroninasi dengan integrated tourism masterplan Borobudur dan Jawa
tengah.

“Dan yang terakhir, penetapan status lahan otoritatif menjadi Hak Penggunaan Lahan (HPL) dengan target selesai pada kuartal 2 tahun 2018,” kata Indah, yang pernah menjadi Deputy Project Director ITDC untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan Nusa Dua. Nantiny akan ada dua areal yang ditangani BOB, yaitu area otoritatif seluas 309 hektare di Kabupaten Purworejo, dan area koordinatif yang terdiri
dari 4 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

"Jadi nantinya BOP Borobudur juga akan melakukan pengembangan empat wilayah yang berada di sekitar Borobudur yakni area KSPN Dieng, yang wilayahnya meliputi kawasan pariwisata Pegunungan Dieng. Area KSPN Semarang yang wilayah pengembangannya meliputi Pulau Karimunjawa. KSPN Solo dengan wilayah pengembangannya meliputi Sangiran, dan Yogyakarta sendiri dengan Borobudur sebagai wilayah utamanya," ujarnya.

“Kawasan ini tentunya bukan dibangun seperti blok-blok bangunan yang besar. Tetapi, kita akan buat yang sangat memperhatikan lingkungan,
dan memiliki konsep wisata yang menjaga kelestarian Borobudur. Konsep itu adalah menikmati Borobudur, tidak perlu menyentuh Borobudur. Keberadaan Badan Otorita justru untuk membantu upaya konservasi,” sambungnya lagi.

BOB tentunyq dalam merealisasi programnya  berkoordinasi
dengan Kementerian PUPR yang sedang membuat integrated tourism masterplan. Selain itu, untuk akses berkoordinasi dengan para Gubernur, Bupati, Walikota di Jawa Tengah dan DIY (fm).

Foto: Genpi