Jumat, 23 Februari 2018

Drone Gray Eagle Siap Beroperasi

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Angkatan Darat Amerika Serikat sebentar lagi akan mengioerasikan pesawat tanpa awak (nirawak), drone Gray Eagle dengan empat misil udara-ke-darat Hellfire.

Sistem senjata baru yang melengkapi pangkalan Angkatan Darat Amerika Serikat di Fort Carson berupa drone Gray Eagle akan menambah kemampuan daya gempur jarak jauh hingga ratusan mil dibelakang garis pertahanan musuh, serta mampu mengawasi gerakan musuh dari jarak jauh tanpa risiko cidera atau kehilangan nyawa bagi prajuritnya.

Drone dengan bentang sayap 56 kaki dan dilengkapi dengan paket empat misil udara-ke-permukaan Hellfire, mampu beroperasi dalam durasi 24 jam.

Pangkalan Fort Carson memiliki selusin drone yang siap untuk dikerahkan ke medan pertempuran. Gray Eagle sejenis dengan drone yang digunakan oleh badan intelijen Amerika Serikat dan Angkatan Udara, namun perannya akan berbeda. Gray Eagle dapat menempuh jarak lebih dari 1.500 mil.  Dilengkapi dengan kamera yang canggih dan berbagai peralatan sensor intelijen (ah).

Foto: Istimewa