Kamis, 08 Februari 2018

Garuda Dukung Penuh Pariwisata Indonesia


Jakarta (IndonesiaMandiri) - Sebagao maskapai Pemerintah paling besar dengan jangkauan penerbangan terbesar di dalam negeri, wajar bila Kementerian Pariwisata berharap banyak untuk mendukung programnya dalam hal mendatangkan wisman maupun wisnus. 

Menpar Arief Yahya senantiasa mengajak maskapai sebagai industri Akses dalam 3A (Atraksi Akses Amenitas) untuk bergabung di program Hot Deals Visit Wonderful Indonesia (ViWI), dengan membuat paket di saat low seasons. Tiga produk yang dipaketkan itu, jika dihitung akan jauh lebih murah dan lebih menarik untuk mengisi kapasitas kosong yang pasti ada di saat low seasons. 

“Program ViWI ada tiga, Hot Deals, Calendar of Events dan Destinasi Digital. Nah, hot deals itu adalah membuat package bersama, sehingga mendapatkan harga yang tidak bisa ditolak oleh customers. Itu yang akan kita promosikan sesuai DOT, destinasi originasi timeline,” ungkap Menpar Arief Yahya ketika bertatap muka dengan pimpinan Garuda Indonesia yang diterima langsung oleh Direktur Utama Pahala N. Mansury (5/2). 

“Garuda memang luar biasa. Banyak prestasi yang diraih. Garuda memang sistem yang besar. Inilah alasan mengapa kami beraudiensi dengan mereka. Sebab, pariwisata Indonesia butuh dukungan penuh untuk konektivitas udaranya,” ungkap Menpar. 

Garuda memiliki poros andalan. Tiongkok, Taiwan, dan Hong Kong menjadi market gemuk mereka. Mengacu data Kemenpar, Tiongkok berada di daftar teratas pemasok wisman terbesar. Angkanya sekitar 1,9 juta di 2017, lalu tumbuh 42,22%. Taiwan cukup produktif dengan kontribusi 199,05 ribu wisman. Perlahan tapi pasti, Taiwan tumbuh 2%. Untuk Hong Kong berkontribusi 77,3 ribu. Tumbuh 0,17%. Selain Asia, Garuda juga memiliki pasar bagus di Asia Pasific atau ASA. 

Selain Tiongkok, Eropa merupakan pasar bagus bagi pariwisata Indonesia. Wisman Eropa ada 1,74 juta wisman, lalu tumbuh 14,12%. Ada juga potensi Australia (1,10 juta), Singapura (1,31 juta), India (434,19 ribu), hingga Malaysia (1,09 juta). Mendukung target Garuda, berencana memiliki armada sebanyak 144 fleet. Rinciannya 110 narrow body, lalu 34 wide body. Citilink pun menopang dengan 50 armada. 

“Garuda tetap mendukung upaya Kemenpar. Kami juga sudah memiliki kalkulasi terkait potensi untuk pengembangan pasar. Penambahan available seat 20% untuk rute internasional realistis. Dengan sinergi bersama Kemenpar ini, kami optimistis bisa mencapai target,” jelas Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury (fm). 

Foto: istimewa