Minggu, 25 Februari 2018

Garut Gelorakan Pariwisata Sektor Unggulan


Garut (IndonesiaMandiri) - “Hampir 80% wilayah Kabupaten Garut ini adalah daerah konservasi, sehingga pilihan yang paling tepat untuk memajukan daerah ini adalah melalui sektor pariwisata dan budaya atau ekonomi kreatif,” kata Ferdiansyah, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, saat menghadiri peluncuran even Gebyar Pesona Budaya Garut, di Lapangan Ciateul, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut (22/2). 

Menurut Ferdiansyah, yang juga putra daerah Garut, bahwa pariwisata sudah teruji sebagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar tanpa harus merusak lingkungan  karena prinsip dalam mengembangkan pariwisata adalah harus berkelanjutan (sustainable tourism).  

Menpar Arief Yahya yang juga hadir sekaligus membuka GPBG bersama Pjs Bupati Garut Koesmayadi menjelaskan, bahwa sudah banyak daerah yang dahulu sektor pariwisata belum berkembang dan tidak dikenal, dengan adanya CEO atau komitmen Bupati dan didukung seluruh komponen dalam kekuatan Pentahelix (akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media), disertai semangat incorporated  berhasil menjadikan pariwisata dikenal ke mancanegara, sekaligus menjadi sumber penggerak ekonomi utama daerah. 

“Ini sudah dibuktikan oleh Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai salah satu kabupaten yang kini menjadi destinasi pariwisata kelas dunia, dan berhasil menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan dalam mensejahterakan masyarakat,” papar Arief Yahya. 

Menpar mengatakan Garut pernah dijuluki sebagai Switzerland van Java, namun kini dalam perkembangan, kabupaten ini dikenal melalui produk oleh-oleh yaitu  ‘Dodol Garut’  dan juga kambing Garut, serta produk kerajinan kulit (jaket, tas, dan asoseries). “Sebagian masyarakat Garut juga dikenal keahliannya dalam usaha cukur rambut (babershop), semua ini merupakan potensi yang dapat dikembangkan untuk mengangkat pariwisata Garut,” puji Arief Yahya. 

Even GPBG 2018 bersamaan merayakan Hari Jadi Kabupaten Garut ke–205 berlangsung pada 20-27 Februari 2018 ini  dijadikan sebagai momentum untuk mempromosikan potensi pariwisatanya.  Even GPBG  2018  masuk dalam 100 Calender of Event (CoE) Nasional yang digelar sepanjang 2018 untuk mendatangkan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia maupun menggerakan 270 juta wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air sebagai target pariwisata tahun ini (ab). 

Foto: Istimewa