Minggu, 25 Februari 2018

J-20 Chengdu, Pesawat Tempur Siluman Cina

Jakarta, (IndonesiaMandiri) - J-20 Chengdu (kode umum Cina: 歼-20; aksaa tradisional Cina: 殲-20) merupakan pesawat tempur segala cuaca satu awak dan tergolong pesawat berteknologi siluman generasi kelima dikembangkan oleh Chengdu Aerospace Corporation, Cina untuk kebutuhan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLAAF). Pesawat tempur bermesin jet ganda ini pertama kali diterbangkan pada 11 January 2011, namun baru dipamerkan ke umum pada 2016 dalam even China International Aviation & Aerospace Exhibition 2016. Dan baru dilaporkan oleh media massa Cina pada Maret 2017, bahwa J-20 sudah mulai dioperasikan secara terbatas oleh jajaran Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Cina.

J-20 produksi gelombang pertama menggunakan mesin buatan Rusia Saturn AL-31, dan direncanakan untuk produksi berikutnya akan menggunakan mesin buatan Cina sendiri yaitu Taihang.

Pengembangan

J-20 Chengdu mulai dikembangkan sejak akhir 1990an dengan kode program J-XX, dan mulai mendapat persetujuan pada 2008 dengan sebutan Proyek 718, setelah memenangkan kompetisi dari proposal Shenyang yang ukurannya lebih besar. Shenyang dikemudian hari diberi kode J-31 (F-60). 

Prototype J-20 mulai diuji di darat - taxi dengan kecepatan tinggi - pada 22 Desember 2010, di luar Chengdu Aircraft Design Institute. Disusul dengan uji terbang pertama tiga bulan kemudian.  Setelah itu dilakukan lagi evaluasi dan beberapa perubahan, termasuk saluran masukan udara dibawah dan lapisan cat anti-radar, serta stabiliser vertikalnya.  Selain itu, disempurnakan juga perangkat pendukung misi, termasuk sensor infra-merah pasif, pod senjata, dan lain-lain.

Pengembangan J-20 dan penyempurnaan terus dilakukan hingga 2017, setelah dipamerkan pada 2016.  Sampai akhirnya Oktober 2017 dinyatakan siap untuk mendukung operasi Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Cina.

Rancangan danKarakteristik
J-20 memiliki kerangka badan panjang dan lebar, dengan hidung yang pipih serta kanopi tanpa rangka. Tepat dibelakang cockpit agak kebawah terdapat lubang asupan udara. Dibelakang posisi lubang asupan udara terdapat sirip permukaan canard yang dapat digerakkan, diikuti dengan sisi awal perpanjangan sayap delta.

Sayap delta dirancang sedemikian rupa agar memiliki tingkat kestabilan yang tinggi. Di sisi lain, canard dapat bergerak dalam sudut yang berlawanan dan mencegah terjadinya stall, sehingga pengendaliannya dapat dipertahankan.  Rancangan canard juga dikenal untuk memberikan penampilan kecepatan supersonik yang baik, dan gerakan putar supersonik maupun transonik yang seimbang, serta sangat membantu dalam melakukan pendaratan di landasan yang terbatas, dibandingkan dengan rancangan sayap delta konvensional. 

Beberapa pengamat dari Barat (diantaranya Jamestown Foundation), beranggapan bahwa J-20 dapat lebih dikembangkan menjadi pesawat tempur berteknologi siluman berpenampilan tinggi dibandingkan F-22 Raptor, apabila dilengkapi dengan mesin yang lebih sempurna.

Dibagian bawah hidung J-20 terdapat sistem targeting electro-optical, dan disekitar kerangka badan pesawat  (fuselage) terdapat enam unit sensor Distributed Aperture System (DAS).
Testbed Tupolev Tu-204 menampilkan hidung pesawat J-20. Diyakini oleh para pengamat di  ditempatkan radar Type 1475 (KLJ-5) active electronically scanned array (AESA) dengan modul 1856 transmiter/receiver.

Prototip setelah aplikasi "2011" dan model produksi menampilkan visi pada bagian hidung pesawat dengan sistem targeting electro-optical/infra-red dan ruang perangkat komunikasi dibagian atas sehingga mampu berkomunikasi dengan baik dengan platform pihak kawan lainnya, seperti dengan drone pemberi peringatan dini. Enam sensor electro-optic yang disebut DAS atau Distributed Aperture System (Aksara Cina: 光电分布式孔径系统; pinyin: guāngdiàn fēnbùshì kǒngjìng xìtǒng; atau: "sistem distribusi bukaan diafragma lensa photo elektrik") sama dengan EODAS akan memberikan cakupan 360 derajat bagi cakupan pandang pilot dengan sistem sensor perpaduan sinyal radar bergambar infra-merah untuk memberikan gambaran situasi kewaspadaan yang lebih baik.  

Kombinasi integrasi pod sistem targeting dengan situasi disekelilingnya dari sistem penjejak passive-optical dilaporkan dengan konsep rancangan dari ruang avionik Lockheed Martin F-35. Beijing A Star Science and Technology telah mengembangkan sistem pentarget electro-optical EOTS-86 dan sistem distribusi pembukaan diafragma Electro-Optical untuk J-20 dan kemungkinan pesawat-pesawat tempur Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Cina untuk mendeteksi dan mencegat pesawat tempur dengan teknologi siluman.

Kaca cockpit dilengkapi dengan dua layar lebar LCD berwarna dengan sistem sentuhan yang diposisikan bersebelahan. Tiga layar pembantu yang lebih kecil, dan head-up display (HUD) wide-angle holographic. Pilot juga dilengkapi dengan helmet yang dilengkapi dengan sistem display. Helmet dapat memberikan asistensi pembidikan dan membantu pilot untuk menggunakan informasi manajemen tempur dengan lebih efisien.

Persenjataan
Tempat persenjataan utama (weapon bay) dapat menampung misil udara-ke-udara (AAM) jarak pendek dan jarak jauh (PL-9, PL-12C/D &PL15 – PL-21).

Dua ruang senjata yang lebih kecil dibelakang lubang asupan udara diperuntukkan untuk menampung AAM jarak pendek seperti PL-10. Ruang senjata ini dapat ditutup sebelum penembakan sehingga pesawat tetapmsulit untuk dilacak.

Mesin
Masih belum diperoleh kepastian data jenis mesin yang digunakan pada J-20 ini.  Ada yang memberitakan pesawat ini menggunakan mesin WS-10 atau AL-31F. Atau mesin buatan Ina yang sejenis dengan mesin F119 Pratt & Whitney code WS-15.
Atau data spekulasi menggunakan mesin Saturn AL-31#117S

Stealth
Penilaian analis mengatakan bahwa bentuk rancangan hidung dan kanopi J-20 hampir sama dengan rancangan teknologi siluman F-22.

J-20 menerapkan teknologi siluman atau stealth pada rancang bangun bentuk serta material fuselage, termasuk bahan pelapis cat.  Dibantu juga dengan perancangan kinerja mesin dan pengaturan lubang-lubang asupan udara mesin seperti DSI (diverterless supersonic inlet) sehingga pesawat mampu meraih kecepatan Mach 2.0 dengan intake yang sederhana dibandingkan dengan sistem tradisional, dan meningkatkan penampilan stealth dengan mengeliminasi refleksi radar antara diverter dan kulit pesawat.

Pengoperasian
Diperkirakan setidaknya sudah beberapa pesawat tempur J-20 sudah dioperasikan oleh Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Cina, diantaranya enam pesawat dengan nomor ekor 78271 sampai 78276. Pada Januari 2018, media massa Cina melaporkan bahwa J-20 sudah siap untuk beroperasi penuh.

Spesifikasi (data dari Aviation Week & Space Technology)
Karakteristik umum:

Awak: satu (pilot)
Panjang pesawat keseluruhan: 20,4 m
Bentang sayap: 13,5 m
Tinggi: 4 m
Luas areal sayap: 78 m2
Bobot kosong: 19.391 kg
Bobot tempur: 32.092 kg
Bobot maksimum untuk tinggal landas: 36.288 kg - estimasi tertinggi.
Kapasitas bahan bakar: 11.340 kg, atau 19.340 kg dengan 4 tangki bahan bakar tambahan @ 2.400 liter.

Mesin penggerak: 2 × Shenyang WS-10G (prototype) afterburning turbofans, 87 kN (19,500 lbf) thrust each dry, 140 kN (32,000 lbf) dengan afterburner
Kecepatan maksimum: 2.100 km/jam (1.305 mil/jam; 1.134 kn)
Bobot muat sayap: 410 kg/m2
Daya dorong/bobot: 1.06 (prototype dengan mesin sementara)

Persenjataan

Misil udara-ke-udara jarak pendek (SRAAM) PL-8, PL-10
Misil AAM jarak sedang PL-12 
Misil AAM jarak jauh PL-21
LS-6 Precision-guided bomb

Avionic 

Type 1475 (KLJ-5) active electronically scanned array
EOTS-86 electro-optical targeting system
EORD-31 infrared search and track
Distributed aperture system
Generasi berikutnya adalah J-31 (ah/ab).