Minggu, 04 Februari 2018

Jumlah Wisman Capai 14 Juta di 2017

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Lembaga Pemerintah Badan Pusat Statistik/BPS secara resmi merilis jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Indonesia di 2017 mencapai 14,04 juta atau di bawah target yaitu 15 juta.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, erupsi Gunung Agung Bali pada 27 September 2017, dan adanya penutupan Bandara Ngurah Rai Bali selama dua hari sangat berpengaruh. “Kalau tidak ada letusan pasti jumlah wismannya meningkat lebih banyak," kata Suhariyanto (1/2).

Dampak Gunung Agung memang sangat signifikan. Pertama, penutupan bandara Ngurah Rai Bali, itu membuat wisatawan “trauma” berkunjung. Setiap hari Bali didarati 15 ribu wisman, maka dua hari itu ada 30 ribu wisman yang tidak bisa masuk ke Bali. Kedua, cancellation yang dipicu oleh letusan gunung itu cukup panjang, hingga lebih dari tiga bulan belum normal.

Cancellation itu membuat wisman memindahkan tripnya ke destinasi lain di Negara lain. Tidak ada yang bisa meyakinkan, bahwa saat itu Gunung Agung sudah benar-benar aman. Status gunung masih di awas hingga tiga bulan.

Ketiga, lebih dari 10 negara mengeluarkan travel warning bagi warganya untuk berwisata ke Indonesia, terutama Bali. Dampaknya, travellers yang hendak ke Bali tidak berani terbang, sebab jika terjadi sesuatu, asuransi perjalanan mereka tidak berlaku, karena sudah ada travel advice dari negara yang bersangkutan.

Keempat, kejadian bencana itu berlangsung di saat peak season. Persisnya, di liburan akhir 2017. Inilah yang membuat potential losses-nya menjadi lebih besar. Jika rata-rata per hari di kunjungi 15 ribu wisman, maka di peak season itu bisa menembus 20 ribu wisman per hari.

Kelima, sampai dengan dua bulan sejak erupsi, wisman Tiongkok yang berwisata ke Bali masih kosong. Karena pemerintah Cina memang mengeluarkan travel advice untuk warganya ke Bali. Wisatawan Tiongkok itu dikenal sangat patuh dengan warning yang diberikan oleh negaranya.

Keenam, Bali adalah 40 persen pintu masuk wisman ke Indonesia. Begitu Bali terganggu, maka secara otomatis, akan banyak berdampak pada jumlah wisman ke Indonesia. “Bahkan dampak Bali yang terkena erupsi itu juga berpengaruh secara nasional di tanah air. Sebab, banyak penerbangan yang landing di Jakarta, Manado, Surabaya, Medan, yang berlanjut ke Bali. Tujuan akhirnya Bali. Karena itu, begitu Bali closed, maka ke kota lainnya itu juga ikut turun,” kata Menpar Arief Yahya.

“Itulah mengapa saya harus ke Beijing, melakukan gathering bersama 400 travel agents dan media di Beijing. Lalu bertemu CNTA – China National Tourist Administration, semacam Kemenparnya China di Chiang Mai, Thailand. Saya jelaskan bahwa Bali normal. Hampir semua wisatawan, termasuk yang berasal dari Australia sudah betul-betul pulih,” jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya (dc).

Foto: abri