Senin, 12 Februari 2018

Kemenpar Raih Rp 13,6 Miliar di ITTE Filipina


Filipina (IndonesiaMandiri) - Kementerian Pariwisata/Kemenpar menorehkan hasil memuaskan dari ajang International Travel and Trade Expo (ITTE 2018) Filipina. Prediksi  potensi transaksi sebesar Rp 13,6 Miliar, dari pameran yang digelar dua hari ini di SMX Convention Centre, Filipina (9-10/2).

Angka ini fantastis karena pameran bersifat B to B (business to business), dengan waktu relatif pendek dan dihari ketiga atau terakhir para sellers ITTE diajak city tour kota Manila (11/2).

"Kami sangat bersyukur dengan raihan ini. Potensi yang masih bersifat prediksi memunculkan nominal total keseluruhan selama kegiatan ITTE sejumlah Rp 13,650 milliar dengan rincian 179 appointment dan 7,357 pax. Semoga ini merupakan indikasi pasar Filipina terus meningkat di tahun 2018 ini,"ujar Deputi Bidang Prngembangan Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana yang juga diamini Kepala Bidang Area III Asdep Regional III Kemenpar Erwita Dianti.

Erwita memaparkan, angka tersebut muncul berdasarkan buku Business Report Form yang diisi oleh para peserta setiap kali terjadi appointment dengan Buyer maupun Trade Visitor yang telah terinput. Rinciannya, imbuh Erwita, pada hari pertama ada sejumlah potensi transaksi sebesar Rp 8,1 Miliar dengan rincian 91 appointment, 4,150 pax. Sementara itu, hari kedua ada potensi transaksi sejumlah Rp.5,550 Miliar dengan rincian 88 appointment, 3,252 pax.

"Dan dari hasil business form report juga muncul data bahwa destinasi yang diminati oleh wisatawan asal Filipina adalah Bali, Yogyakarta dan Jakarta. Ini data yang siap akan kami tindak lanjuti dan kembangkan dengan baik," jelas wanita yang biasa disapa Dian itu.

Disamping tampilan Booth yang cantik, Kemenpar juga melakukan aktivitas lainnya seperti: pelayanan informasi, pembagian bahan souvenir maupun refreshment coffee corner. ITTE 2018 merupakan pameran yang diselenggarakan oleh Philippine Travel Agencies Association (PTAA). Kemenpar menyewa tujuh booth untuk tujuh industri yang diboyong ke negara tetangga tersebut. Industri-industri tersebut adalah, B Hotel Bali & Spa, PT Aneka Kartika Tours & Travel Services, PT Wisata Indah Nasional/Bali Aqua, The Bali Dream Villa Seminyak, True Bali Experience, Dwidaya Wisata Indonesia (Dwidaya Tour), dan Diorama Travel Management.

Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta kepada semua pihak untuk terus bersatu padu memajukan Pariwisata. Industri harus terus menjaga para kliennya agar tetap bahagia dan nyaman untuk datang ke Indonesia. Tawarkan destinasi yang tepat, segmen yang pas, dan jangan sampai wisatawan kecewa (fm).

Foto: istimewa