Rabu, 21 Februari 2018

Kodam XVI/Pattimura Gelar Rapim

Ambon (IndonesiaMandiri) -  Kodam XVI/Pattimura menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) 2018 yang diikuti seluruh Pejabat jajarannya berjumlah 110 orang. Rapim dibuka oleh Pangdam XVI/Pattimura MayjenSuko Pranoto, bertempat di Baileo Slamet Riyadi Makorem 151/Binaiya (19/2).
 
Pangdam mengatakan Rapim yang diselenggarakan selama dua hari (19-30/2) adalah sebagai tindak lanjut dari Kebijakan Panglima TNI tentang Rapim TNI yang diikuti dengan Rapim TNI Angkatan Darat. Kemudian dihadapkan pada tugas-tugas ke depan yang semakin kompleks, maka Rapim Kodam ini dimaksudkan agar lebih memahami hasil Rapim TNI dan Rapim TNI Angkatan Darat 2018, yang keputusannya menjadi landasan dan pedoman bagi Kodam XVI/Pattimura beserta jajarannya dalam melaksanakan Program Kerja 2018.
 
“Pelaksanaan Rapim ini, juga sekaligus merupakan wahana untuk menyampaikan petunjuk, serta kebijakan Pangdam XVI/Pattimura, sebagai penjabaran hasil Rapim TNI AD 2018, yang dijadikan dasar dalam penyusunan Program Kerja di satuan jajaran Kodam XVI/Pattimura Tahun 2018. Selanjutnya, sasaran yang ingin dicapai pada Rapim ini adalah Pertama, terwujudnya kesamaan persepsi dalam melaksanakan program kerja dan anggaran. Kedua, tercapainya pembinaan kekuatan, kemampuan dan gelar Kodam XVI/Pattimura. Ketiga, terwujudnya kesiapan dan kesiapsiaga-an satuan Kodam XVI/Pattimura. Serta Keempat, dipahaminya arah kebijakan Pangdam XVI/Pattimura TA. 2018,” jelas Pangdam.
 
Pangdam XVI/Pattimura mengharapkan melalui Rapim ini, kebijakan TNI Angkatan Darat TA 2018 dapat menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas di satuan masing-masing. Dukungan anggaran yang dialokasikan harus dikelola dan digunakan secara transparan dan akuntabel. Penyerapan anggaran juga harus tepat sasaran dan dapat di-pertanggungjawabkan.
 
Memasuki tahun politik, termasuk di wilayah Kodam XVI/Pattimura yaitu Provinsi Maluku, Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual maka harus menjadi perhatian bersama, sebab jika potensi konflik dan kerawanan Pilkada serentak  tidak di-antisipasi secara dini, bukan tidak mungkin dapat memicu kegagalan pada Pilkada serentak 2018, yang akan berimbas hingga penyelenggaraan Pemilu dan Pilpres 2019, bahkan dapat mengoyak kebhinekaan bangsa kita.
 
“Untuk itu, saya perintahkan kepada seluruh Prajurit TNI di wilayah Kodam XVI/Pattimura untuk selalu tetap berpegang teguh pada komitmen Netralitas TNI dan menghindari sikap dan perilaku yang menjurus pada politik praktis. TNI bersikap netral sekali lagi saya tekankan harus netral dan melaksanakan tugas pengamanan sesuai dengan prosedur yang berlaku.. Merespon dan menyikapi kompleksitas permasalahan tersebut, kepada seluruh Komandan Satuan  jajaran Kodam XVI/Pattimura agar meletakkan kembali penguatan kualitas mental ideologi Prajurit disatuannya sebagai insan Prajurit sejati yang berahlak mulia, setia, memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI”, ungkap Pangdam (bp).

Foto: Pendam16