Minggu, 04 Februari 2018

Komunitas Gereja Dihimbau Peduli Wisata Danau Toba


Jakarta (IndonesiaMandiri) - Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan terus menghimbau berbagai kalangan - termasuk komunitas Gereja - agar ikut memelihara kebersihan dan kenyamanan kawasan wisata Danau Toba (3/2). 

“Implementasi bapak dan ibu sekalian itu yang dibutuhkan. Jadi nanti menurut saya saat berkhutbah di gereja, ini pesan dari pusat, harus ada khotbah mengenai kebersihan, ketauladanan, teamwork, kebersamaan, keramahtamahan yang dikaitkan dengan ayat-ayat Alkitab yang sangat banyak sekali disana,” pesan Luhut didepan hadirin yang berasal dari komunitas Horas Halak Hita (H3) dan Komite Pelaksana Pelayanan Strategis Huria Kristen Batak Protestan (KPPS HKBP). 

Purnawirawan Jenderal Bintang Empat ini sekaligus memberikan laporan dari hasil pertemuannya di Davos, Swis, tentang Program kerjasama “Western Indonesia Economic and Business Hub for Asean”. Dampak dqri kerjasama tersebut, khususnya di Sumatera Utara telah berjalan. Program tersebut merupakan kebijakan yang mengedepankan pendekatan pembangunan daerah yang terintegrasi difokuskan pada pembangunan di luar Pulau Jawa. 
Pemerintah meminta komunitas masyarakat dan gereja ikut terlibat secara aktif dalam pengembangan potensi wisata serta pertanian di sekitar kawasan Danau Toba. 

Menurut Menko Luhut, HKBP atau gereja dapat memainkan peran lebih penting untuk membawa spirit kebersamaan, memberikan ketauladanan serta mendidik masyarakat Batak agar tidak tersingkir di tengah pengembangan Danau Toba. Terutama, tambahnya, karena pengembangan wilayah terpadu dan pembangunan infrastruktur di Sumatera yang membuka peluang investasi yang makin meluas. 

Luhut juga meminta kepada Bupati Tapanuli Utara agar menata Bandara Silangit karena kawasan itu akan menjadi hub (pusat) wisata dari Asia Selatan ke Asia Tenggara. Selain Menko Maritim, ada juga dalam pertemuan ini Ompui Ephorus Pendeta Darwin Lumbantobing, Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung (fm). 

Foto: Istimewa