Rabu, 07 Februari 2018

Latihan Bersama di KRI Usman Harun-359

Laut Mediterania/Lebanon (IndonesiaMandiri) – Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J UNIFIL laksanakan latihan Boardex dengan tim VBSS LAF Navy (Lebanon Armed Force Navy). Latihan ini dilaksanakan pada h di KRI Usman Harun-359 yang sedang berlayar di laut Mediterania (1/2). Dalam skenario, KRI Usman Harun-359 sebagai kapal yang bernama MV Black Pearl.  Kemudian ABK KRI Usman Harun-359 yang menggunakan baju sipil memerankan sebagai kapten dan kru kapal MV Black.
Tim VBSS LAF Navy mendapat laporan dari Coastal Radar Station (CRS) L2-Aamchit bahwa kontak kapal bernama MV Black Pearl yang menuju pelabuhan Jounieh dengan tidak melewati koridor yang telah ditentukan oleh otoritas Lebanon, tidak terdapat di dalam daftar kapal yang akan masuk ke Lebanon dan memberikan keterangan yang meragukan. Karena hal-hal ini mecurigakan, LAF-Navy menindaklajuti  hal tersebut dengan meminta MV Black Pearl untuk stop mesin dan mengirimkan tim VBSS dengan menggunakan heli jenis Puma milik LAF Air Force. Heli Puma mendekat geladak kapal target dan kemudian 10 personil VBSS turun dengan metode fastrope dan berhasil mendarat di geladak heli KRI Usman Harun-359.
Selesai latihan, komandan tim VBSS LAF Navy Lieutenant Ellie el Sayah memerintahkan seluruh anggotanya berkumpul di anjungan untuk melaksanakan debrief dari tim Penilai yaitu LCDR Arne Pfingst (CTG 448.03 N7-Jerman) dan Letda Laut (P) Damartama (Boarding Officer KRI USH). Selesai debrief dari tim penilai, seluruh tim VBSS, tim penilai dan tim pendamping dari LAF-Navy menikmati hidangan tradisional yang sudah disiapkan dan menghilangkan ketegangan diantara tim VBSS dan ABK KRI yang bermain sebagai ABK kapal target.
Komandan KRI Usman Harun-359 yang sekaligus Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J UNIFIL Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, mengapresiasi kegiatan ini, karena  salah satu tugas pokok dari MTF UNIFIL yakni meningkatkan kemampuan pasukan LAF-Navy mengamankan laut teritorialnya dalam rangka pencegahan masuknya senjata dan barang-barang terkait lainnya untuk masuk ke Lebanon melalui laut secara illegal (ab).

Foto: Istimewa