Jumat, 09 Februari 2018

Lion Air Bidik Wisatawan Asia


Jakarta (IndonesiaMandiri) - Menteri Pariwisata memang tahu betul betapa penting peran maskapai penerbangan nasional yang membantu mendatangkan wisatawan mancanegara.


Hal itu pula yang didiskusikan saat rombongan Menpar Arief Yahya bertatap muka jajaran Direksi Lion Air Grup di Lion Air Tower, Jakarta (5/2). “Arus masuk wisatawan mancanegara didominasi melalui udara. Total kebutuhan tahun ini ada 25 juta seats. Dari jumlah itu masih kurang 1,1 juta seats. Rencananya, penambahan terbesar 600 ribu seats itu untuk Bali. Jakarta 400 ribu seats, lalu sisanya melalui bandara lainnya. Untuk itu, kami meminta Lions Air Group untuk ikut membantu menyediakan kursi baru,” papar orang nomor satu di Kemenpar dihadapan Presiden Direksi Lion Air Grup Edward Sirait beserta jajaran pimpinan lainnya.


Ada pasar Tiongkok, Eropa, Australia, Singapura, juga India. Pada 2017, jumlah wisatawan Tiongkok 1,91 juta atau tumbuh 42,22%. Eropa ada 1,74 juta wisman, lalu tumbuh 14,12%. Australia (1,10 juta), Singapura (1,31 juta), dan India (434,19 ribu). Di sinah yang diminta
Menpar agar Lion Air Group memanfaatkan low season untuk mendatangkan wisman. Insentif pun nantinya akan diberikan oleh Pemerintah. Jadi tawaran dari Kemenpar sifatnya saling menguntungkan.



Lion Air Grup sendiri di rute internasional angka pertumbuhannya hingga 70,4% di 2017 atau 2,97 juta. Lion Air pun kini ada di posisi ketiga. Posisi teratas ditempati AirAsia Group dengan kursi 4,67 juta atau tumbuh 9%. Berikutnya Garuda Indonesia dengan 3,37 juta kursi, lalu tumbuh 8,6%.


Menanggapi paparan Menpar, Erward menyebutkan, ada enam rute baru yang sedang di proses dengan pasar Tiongkok sebagai tujuannya. Poros Tiongkok diantaranya akan terhubung dengan Lombok dan Batam. Selain itu, rute Bali dan Jakarta ke Korea Selatan juga siap.


“Kami tetap fokus pengembangan rute dan kapasitasnya. Semua masih proses. Kami bahkan menjajaki rute Lombok-Tiongkok. Rute reguler Korea-Jakarta pada Mei sudah aktif. Kalau dari Bali menuju Incheon dan Busan bisa jalan di Juni. Bahkan, charter flight dari Batam ke Busan dan Incheon segera jadi rute reguler. Kami juga ajukan rute tiga kali seminggu dari Belitung ke Kuala Lumpur,” tutur Edward.


Edward pun menambahkan, Lion Air akan menganalisa peluang penambahan rute baru ke Tiongkok. Sebab, Lion Air sudah merencanakan pembelian 39 armada baru.


Masalah yang dihadapi Lion Air Grup diantaranya soal kapasitas bandara yang ada di negeri ini. “Kami terbentur dengan kapasitas bandara. Makanya, kami justru mengembangkan rute baru dari Medan dan Batam,” sambung Edward.


Intinya, pasar Asia akan disasar lebih fokus lagi oleh Lion Air Grup dalam
mendatangkan wisatawan ke Indonesia.
Dan Edward menyambut baik berbagai tawaran yang disampaikan oleh Pemerintah melalui Kemenpar guna mendukung industri pariwisata nusantara (ab).



Foto: Istimewa