Rabu, 07 Februari 2018

Menhan: Pentingnya Pertukaran Informasi Intra Asean

Perth, Australia (IndonesiaMandiri– Menteri Pertahanan RI dan Menteri Pertahanan dari enam negara anggota ASEAN yang tergabung dalam Forum Our Eyes, bertemu dalam Forum Regional Menteri Pertahanan, di Perth Australia (2/2).  Dalam pertemuan regional yang bertema “The Perth meeting Sub Regional Defence Ministers’ Meeting” , dihadiri Indonesia, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand dan Australia sebagai tuan rumah. Tujuan pertemuan ini diantaranya membahas proyeksi tantangan keamanan dan pertahanan di masa mendatang.
Dalam pertemuan tersebut Menhan RI Ryamizard Ryacudu mengingatkan kembali komitmen delegasi enam negara yang telah menyetujui  dibentuknya “Our Eyes” pada pertemuan ADMM ke-11 di Clark, Pampanga, Filipina (10/17) Meski saat itu baru terlibat enam dari sepuluh negara ASEAN, namun diharapkan kedepan akan berkembang keanggotaannya lebih luas.
Kerjasama antara keenam negara ini akan diperluas dengan mengajak empat negara anggota ASEAN lainnya yaitu Laos, Kamboja, Myanmar dan Vietnam untuk turut bergabung dalam mekanisme pertukaran informasi strategis. Konsep ini adalah murni kerjasama untuk mengatasi ancaman terorisme dan radikalisme di kawasan tanpa adanya agenda politik didalamnya.
Menhan RI menyampaikan dalam kaitannya dengan forum Our Eyes yang baru diresmikan pada  25 Januari 2018 di Bali, bahwa dalam waktu dekat akan dibentuk working group. Working group terdiri dari empat atau lima orang dari tiap negara untuk bertemu secara periodik dan melangsungkan pertukaran informasi strategis terkait terorisme dan radikalisme.
Dalam kesempatan tersebut, Ryamizard juga menyampaikan  guna mengatasi potensi ancaman terorisme dan semakin menyebarnya radikalisme, Indonesia telah terlebih dahulu melaksanakan kegiatan kerja sama yang konkrit. Seperti kerja sama trilateral di Laut Sulu dengan kegiatan patroli terkoordinasi di laut dan udara, serta ke depan akan dilanjutkan dengan patroli terkordinasi di darat. Semuanya ditujukan untuk membendung dan mengeliminir pengaruh dan infiltrasi dari segala bentuk aksi terorisme dan radikalisme yang berusaha masuk ke kawasan Asia Tenggara.
Lebih lanjut Menhan RI mengatakan, selain perkembangan ISIS di kawasan Laut Sulu dan Filipina Selatan yang terus menghantui wilayah kawasan, kita juga perlu menaruh perhatian khusus atas krisis Rohingnya di Rakhine State Myanmar. Diperlukan langkah konkrit dan penanganan bersama di kawasan yang tepat sasaran. Karena bila tidak ditangani dengan baik dan benar, para pengungsi yang rapuh ini, dapat direkrut oleh kelompok ISIS untuk memperkuat jaringannya (bp).
Foto: Istimewa