Sabtu, 10 Februari 2018

Pesona Kediri Menanti Wisatawan


Kediri (IndonesiaMandiri) - Kabupaten Kediri, Jawa Timur selama ini dikenal kota rokok, tempatnya pabrik Gudang Garam. Namun, jangan salah kalau Kediri juga memiliki beragam obyek wisata alam, budaya, maupun buatan. Tujuan wisata alam yang favorit adalah wisata off road di lereng Gunung Kelud berpetualang menggunakan mobil jeep atau berpenggerak empat roda (4x4).

Ya, pesona alam Gunung Kelud dengan ketinggian 1.731 meter dpml, sebagai salah satu gunung berapi yang masih aktif tercatat  sudah berapa kali mengalami erupsi, tidak kurang dari 20 kali. Erupsi terakhir terjadi pada 2014 yang lalu dengan memuntahkan lahar dingin dan mengalir ke berbagai lokasi, kini menjadi obyek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.

Menurut Eko Priatno, arkeolog dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kediri, jika ditarik menggunakan garis imajiner antara tiga puncak gunung; yaitu Kelud; Gajang Mungkur, dan Sumbing, inilah ketinggian Gunung Kelud yang sesungguhnya.

“Dalam manuskrip Pararaton, dipercaya dari Puncak Kelud dapat terlihat Pantai Selatan,” kata Eko Priatno. Pantai Selatan dalam budaya Jawa mempunyai kekuatan mistik sebagai kerajaan Nyi Loro Kidul.

Berkunjung ke Kelud cukup membayar tiket Rp 5 ribu per orang untuk hari kerja dan Rp 10 ribu hari libur. Bagi yang ingin menikmati petualangan alam, sewa jeep adventure dengan tarif mulai dari Rp 275 untuk empat orang yang siap mengantarkan off road hingga ke puncak gunung.

Selain menikmati panorama lereng Gunung Kelud, wisatawan juga bisa menikmati Taman Durian. Di Taman Agrowisata, wisatawan yang datang dapat menikmati pemandangan alam berupa ragam bunga dan tanaman berbagai jenis yang dirawat dengan baik. Sementara, di Taman Durian, wisatawan dapat menikmati durian berbagai olahan.

Menurut Safuan, Kepala Pengelola Kampung Durian Slumbung, tempat ini disiapkan sebagai% wisata kuliner dan sebagai ruang edukasi karena pengunjung selain dapat melihat pohon durian sambil menikmati buah durian dan produk olahannya, juga dapat belajar bagaimana cara pembibitan, menanam, hingga merawat durian dengan baik. “Disini juga dijual bibit durian unggul asli Slumbung,” kata Safuan.

Wisatawan yang ingin berkunjung ke desa durian Slumbung, selain dapat menggunakan kendaraan jeep yang jaraknya tidak jauh dari pintu gerbang, dan menjadi rangkaian atraksi wisata off road adventure lereng Kelud dengan tarif Rp 275 ribu untuk 4 orang, juga dapat mengunakan kendaraan mobil pribadi dari kota Kediri dengan tarif sewa sekitar Rp 150 ribu per hari.

Kediri juga memuliki Monumen kebanggan, yakni Monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Bentuknya begitu menarik karena menyerupai Arc de Triomphe yang terletak di Paris, Perancis. Monumen ini dibangun dengan inspirasi dari Raja Jongko Joyoboyo. Beliau adalah seorang raja yang berkuasa di abad 12 yang bercita-cita untuk menyatukan lima wilayah di kabupaten Kediri, yakni Kota Kediri, Pesantren, Pagu, Gurah, dan Kampung Inggris (Pare).

Kawasan SLG memiliki ruang-ruang pertemuan di gedung utama dan ruang auditorium dengan atap kubah. Wisaatawan juga bisa melihat diorama pada bagian dalam gedung. Di bagian bawah tanah, ada akses yang berbentuk lorong yang menghubungkan tempat parkir ke basement monumen. Lokasi ini banyak diguinakan oleh wisatawan yang ingin berfoto.

Lalu ada desa Pare yang terkenal dengan sebutan Kampung Inggris. Konon, di lokasi ini pernah ada seorang pendatang yang mengajarkan Bahasa Inggris secara cuma-cuma. Lantas, si murid tersebut dapat menguasai bahasa Inggris dengan cepat dan hasil memuaskan. Dari situlah cikal bakal terbentuk Kampung Inggris. Hingga kini, ada ratusan lembaga kursus yang menyediakan jasa pengajaran Bahasa Inggris. Wajah Desa Pare pun berubah, dari desa yang mata perncaharian utama warganya buruh menjadi penyedia berbagai jasa kursus seperti yang banyak dikenal masyarakat.

Disamping ada jasa kursus bahasa, warga juga memanfaatkan antusiasme masyarakat untuk belajar Bahasa Inggris disana dengan menyediakan fasilitas penginapan dan transportasi murah. Untuk penginapan, para siswa dapat memilih paket kursus yang memiliki Camp maupun tidak. Jika siswa memilih paket kursus yang dilengkapi fasilitas Camp, ada program tambahan dimana mereka diharuskan untuk menggunakan Bahasa Inggris sepanjang hari. Untuk itu, akan ada tutor atau pengawas yang mengawasi, jika ada kesalahan, maka siswa akan diberikan hukuman. Ayo, kunjungi Kediri (ab).

Foto: Istimewa