Rabu, 14 Februari 2018

Potensi Pasar Wisata Dari ITTF 2018 Filipina


Filipina (IndonesiaMandiri) -Kabar baik datang dari International Travel and Trade Expo (ITTE) 2018 di Filipina. Pameran terbesar di negara tetangga itu memastikan bahwa akan ada penambahan penerbangan langsung dari Manila ke Bali, Pulang-Pergi (PP) di Februari 2018.

Hal tersebut diungkapkan oleh Counselor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Filipina, Hidayat Zakaria. Kata Hidayat, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Air Asia Filipina yang akan melakukan penerbangan ke Bali dari Manila dalam waktu dekat ini.

"Bahkan promosinya juga akan bersinergi dengan KBRI dan Kemenpar. Kami sudah bertemu dengan pihak Air Asia Filipina, dan mereka positif akan terbang ke Bali di bulan Februari atau Maret 2018 ini," ujar Hidayat saat ditemui di Booth Kemenpar di ITTE (10/2).

Seperti diketahui, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di bawah koordinasi Asisten Deputi Regional III Deputi Pemasaran Pariwisata I Kemenpar sedang mengikuti pameran ITTE yang bersifat B to B (buyers to buyers). Event tersebut digelar sejak 9 hingga 11 Februari 2017 di SMX Convention Center, Filipina.

Hidayat memaparkan, itu artinya sudah ada beberapa maskapai yang langsung ke tanah air dari Filipina yakni Air Asia (Manila-Jakarta PP), Philipines Airlines (Manila-Jakarta PP) dan Air Asia Manila-Bali (PP). "Kami bersyukur karena ini membuat negara kita semakin terbuka," kata Hidayat yang juga tersanjung dengan ramainya Booth Indonesia di ITTE.

Deputi Pemasaran Pariwisata I Kemenpar, I Gde Pitana mengaku gembira dengan kabar tersebut. Kata Pitana, ini akan mempermudah akses untuk wisatawan mancanegara khususnya Filipina ke tanah air. Kemenpar juga baru saja menggelar Road Show ke Air Asia. Air Asia di Indonesia adalah maskapai Low Cost Carrier (LCC) yang menyumbang wisman terbanyak di Indonesia.

Sementara itu, Tour Travel Nexplore asal Filipina, Elia Nora mengaku juga gembira dengan kabar tersebut. Itu artinya, akan semakin banyak pilihan untuk wisatawan asal Filipina dalam memilih tujuan ataupun maskapai yang akan membawa ke Indonesia. "Ini membuat kami semakin semangat mempromosikan Indonesia," kat Elia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, dukungan sangat diperlukan dari maskapai manapun guna memenuhi slot 25.5 juta kursi flight internasional. “Arus masuk wisatawan mancanegara didominasi melalui udara. Total kebutuhan tahun ini ada 25.5 juta seats. Dari jumlah itu masih kurang 1,1 juta seats. Rencananya, penambahan terbesar 600 ribu seats itu untuk Bali. Jakarta 400 ribu seats, lalu sisanya melalui bandara lainnya. Untuk itu, kami meminta semua maskapai untuk ikut membantu menyediakan kursi baru,” ungkapnya (fm).

foto: istimewa