Kamis, 08 Februari 2018

Ratusan Marinir Siap Taklukan Selat Sunda

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Lomba renang dan dayung lintasi keganasan Selat Sunda sepanjang 39 kilometer yang diprakarsai prajurit Marinir TNI AL terakhir kali dilakukan pada 2007. Kini, pada 2-3 Maret 2018, akan digelar kembali even olahraga yang fenomenal, dan penuh semangat patriotik ini. 

Even berenang melintas Selat Sunda yang mulanya digagas pada 1991, pernah memakan korban beberapa prajurit yang berenang sempat “menghilang” puluhan jam karena derasnya air, rencananya akan diikuti tiga ratus prajurit marinir dari berbagai satuan. 

Ratusan perenang akan memulai aksinya di malam hari Jam 21.00, Jumat (2/3) dari Dermaga Pelabuhan PT. Bandar Bakau Jaya, Bakauheni Lampung, hingga tiba di finish pada Sabtu (3/3) sekitar 09.00-11.00 WIB di Pantai Tj. Sekong, Dermaga PT. Jumbo Power Int. Merak, Banten. 

Semua rencana tersebut dibeberkan Komandan Korps Marinir/Dankormar Mayjen Bambang Suswantono saat jumpa pers di Graha Marinir, Kormar, Jalan Prajurit KKO Usman&Harun, Jakarta Pusat (7/2). Jumpa pers yang diawali dengan foto bersama dengan awak media, berjalan sangat akrab. Orang nomor satu di Kormar ini sempat mengatakan bahwa lomba melintas Selat Sunda itu sebagai aksi ”gila” para perenang Marinir ditambah perenang TNI lainnya, yang masih terkait dengan HUT ke-72 Korps Marinir pada 15 November lalu. “Karena saat itu cuaca kurang mendukung, jadi lombanya kita undur. Dan menurut BMKG di Maret ini akan lebih baik,” jelas Dankormar. 

“Rute yang akan dilalui perenang berbeda dengan yang dilewati Kapal Ferry Merak-Bakaune,” ujar Mayjen Bambang yang didampingi Kaskormar Brigjen Hasanuddin, Ketua Panitia Lomba Renang dan Dayung Lintas Selat Sunda Brigjen Nur Alamsyah serta staf Kormar lainnya. 

Untuk lomba dayung dengan jarak sama akan diikuti 576 pendayung (72 tim) dari perwakilan satuan-satuan Korps Marinir yang tersebar di Indonesia. Guna menjaga keamanan dan keselamatan para peserta lomba, mengingat tingkat kesulitan dan tantangan lomba yang cukup besar di karena dilaksanakan malam hari dalam cuaca dan gelombang Selat Sunda yang tidak menentu,  Panitia menyiapkan helikopter, kapal perang, dan puluhan perahu karet maupun Sea Rider yang akan memantau peserta sepanjang lintasan lomba dari start hingga finish (ab). 

Foto: abri