Rabu, 14 Februari 2018

Sophos Perkenalkan Perlindungan Prediktif Intercept

Jakarta (IndonesiaMandiri) - sebagai pemimpin global dalam keamanan jaringan dan endpoint, Sophos umumkan bahwa Intercept X kini hadir dengan deteksi malware, yang didukung oleh teknologi jaringan neural deep learning. 

Dalqm siaran pers Sophos yang diterima media (13/2) proteksi endpoint generasi lanjut ini mampu menghadirkan tingkat deteksi dan pencegahan yang lebih canggih dari sebelumnya. Hal ini berkat kemampuan mitigasi hacker-aktif terbaru, penguncian aplikasi tingkat lanjut, dan perlindungan ransomware yang disempurnakan.

Deep Learning adalah evolusi terbaru dari pembelajaran mesin. Teknologi ini memungkinkan pemodelan deteksi yang skalabel dan massif, sehingga mampu mempelajari keseluruhan lanskap ancaman keamanan yang terpantau.
Dengan kemampuan memproses ratusan juta sampel, deep learning dapat membuat prediksi yang lebih akurat dan lebih cepat, dengan false-positive yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pembelajaran mesin tradisional.

Menurut Tony Palmer, senior analis validasi Enterprise Strategy Group (ESG), "Model pembelajaran mesin tradisional bergantung pada analis ahli ancaman siber, untuk memilih atribut yang digunakan untuk melatih model, sekaligus menambahkan elemen subjektif manusia. Mesin juga menjadi lebih kompleks dan lambat, seiring dengan semakin banyak data yang ditambahkan pada model, hingga mencapai ukuran gigabyte.”

Ditambahkan Palmer, “Model ini mungkin juga memiliki tingkat false-positive yang lebih tinggi, dan dapat mengurangi produktivitas teknologi informasi, karena admin selalu berusaha untuk membedakan antara malware dan perangkat lunak yang sahih."

"Sebaliknya, jaringan deep learning dari Intercept X dirancang untuk belajar berdasarkan pengalaman, menciptakan korelasi antara perilaku dan malware yang diamati. Korelasi ini menghasilkan tingkat akurasi yang lebih tinggi antara malware yang ada dan zero-day, serta memiliki tingkat false-positive yang lebih rendah,” lanjutnya.

Versi Sophos Intercept X terbaru ini juga mencakup inovasi anti-ransomware dan pencegahan eksploitasi, serta mitigasi hacker-aktif, seperti perlindungan terhadap pencurian identitas. Karena anti-malware telah semakin canggih, penyerang semakin berfokus untuk mencuri kredensial agar dapat mengubah sistem dan jaringan sebagai pengguna yang sah. Intercept X mampu mendeteksi dan mencegah perilaku ini (sa).

Foto: istimewa