Minggu, 11 Maret 2018

Dari Impor Kini Justru Ekspor Jagung ke Filipina

Makassar (IndonesiaMandiri) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali melepas ekspor jagung untuk kedua kalinya selama 2018. Sebelumnya ekspor jagung 57 ribu ton dari Gorontalo, kini ekspor 60 ribu ton dari total kontrak 100 ribu ton ke Filipina di Pelabuhan Makassar (9/3/2018).

Proses pelepasan ekspor jagung ini disaksikan langsung Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Pangdam XIV/Hsn, Mayjend Agus Surya Bhakti, Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs Umar Septono, Kasdam Brigjen Budi Sulistijono, Dirut Pelindo IV, Doso Agung dan Direktur PT. Pertani Wahyu.

Amran menyebutkan, ekspor jagung merupakan realisasi amanah Nawacita untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. Kementan bersama semua pihak akan terus menggenjot sektor produksi pertanian di Indonesia.

“Sehingga, jumlah ekpor jagung maupun produksi komoditas lain bisa meningkat. Tahun ini kita siapkan bibit jagung dan pupuknya untuk 3,7 juta hektare lebih, gratis diberikan kepada petani," ungkap Mentan di acara pelepasan ekspor. Lebih lanjut Amran menekankan ekspor ini merupakan prestasi besar sehingga menjadi sejarah baru Indonesia. Pasalnya, dulu langganan impor jagung, kini membalikkan menjadi ekspor.

“Kerja keras petani yang didukung semua pihak ini membuahkan hasil. Di tahun 2015 Indonesia impor jagung 3,5 juta ton. Tapi dengan digenjot program jagungisasi, impor 2016 turun 62 persen dan 2017 tidak ada impor jagung pakan ternak,” sebutnya.

Kini 2018 sudah ekspor jagung ratusan ribu ton. Seandainya tidak ada program Upaya Khusus, kita akan impor 4 sampai 5 juta ton,” tambah Amran. Ekspor jagung di 2018 ini dimulai dari Gorontalo yakni ekspor 57 ribu ton ke Filiphina. Sekarang ekspor lagi dari Makassar. “Minggu depan kita ekspor dari Sumbawa, NTB target tahun ini minimal 300 ribu ton dan ekspor dari Jatim dan Sulbar,” sambung Amran.

“Impor pangan strategis tidak boleh masuk di Sulsel. Hari ini kita buktikan bersama ekspor jagung. Kalau kita serius dan modern memanfaatkan lahan pertanian, produksi jagung Sulsel bisa lebih besar. Kita bisa capai 2,6 juta ton yang nilai mencapai Rp 3 sampai 4 triliun,” ujar Gubernur Sulsel Syahrul Y.Limpo (ag/ab) | Foto: Istimewa