Kamis, 08 Maret 2018

Indonesia Aktif Dalam Penyusunan Kebijakan Maritim Internasional

London (IndonesiaMandiri) - Dalam peringatan 70 tahun berdirinya International Maritime Organization (IMO), yang jatuh setiap 6 Maret, Indonesia berkomitmen mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim, melalui peran aktifnya dalam setiap penyusunan kebijakan maritim Internasional. Hal ini disampaikan oleh Atase Perhubungan RI di London, Simson Sinaga, saat menghadiri peringatan 70 tahun berdirinya IMO di Kantor Pusat IMO, London (6/3).

Simson mengatakan, Indonesia sebagai anggota Dewan IMO Kategori C periode 2018-2019 menunjukkan bukti kepercayaan dunia terhadap Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Untuk itu, Indonesia berkomitmen mengembalikan kejayaan maritim nusantara, untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Menurut Simson, di 70 tahun berdirinya IMO, tugas dan tantangan berat ke depan harus dapat diselesaikan oleh Indonesia. Dalam hal ini di bidang transportasi laut, khususnya aspek keselamatan dan keamanan pelayaran, serta perlindungan lingkungan maritim.Acara peringatan 70 tahun berdirinya IMO dibuka oleh Ratu Inggris, Elizabeth II yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal IMO, Kitack Lim.

Kedatangan Ratu Elizabeth II ke kantor pusat IMO merupakan kunjungan pimpinan tinggi negara atau organisasi yang ketiga. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki Moon hadir pada Februari 2016. Presiden Joko Widodo juga hadir dalam Sidang Marine Environment Protection Committee (MEPC) IMO, April 2016.

Ratu Elizabeth II sempat berbicara dalam suasana ramah tamah dengan Atase Perhubungan RI untuk London sebagai perwakilan Indonesia, yang menyampaikan pentingnya bersama-sama mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayara. Termasuk peningkatan sumber daya manusia di sektor maritim yang andal dan kompeten.

Sementara itu, Kitack Lim mengatakan, dunia memerlukan industri pelayaran untuk mendukung terwujudnya perdagangan internasional menjadi lebih baik. Caranya, dengan terus berkontribusi untuk melakukan pengiriman barang melalui jalur laut, guna meningkatkan perekonomian dunia (sa).
Foto: Istimewa