Kamis, 08 Maret 2018

Indonesia Terus Bidik Pasar Selandia Baru

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Indonesia terus berupaya membuka akses pasar Selandia Baru sebagai tujuan ekspor, termasuk untuk buah tropis. Upaya tersebut kembali dilakukan dalam forum Senior Official's Meeting on Trade and Investment Framework (SOMTIF) ke-6 antara Pemerintah Indonesia dan Selandia Baru di Jakarta  (5/3). Jika kerja sama terwujud, buah tropis asal Indonesia seperti salak, mangga, nanas, dan pisang akan dapat mengikuti jejak manggis yang sudah masuk sejak 2014 lalu.

Pada pertemuan ini, Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo menjadi Ketua Delegasi Indonesia. Sedangkan, Delegasi Selandia Baru dipimpin oleh Principal Adviser, Trade & Economic Group, Ministry of Foreign Affairs and
Trade Mark Trainor.

“Bagi Indonesia, pembukaan akses pasar khususnya untuk buah tropis memiliki peluang yang baik. Harapan kami, buah-buahan tropis dari Indonesia seperti salak, mangga, nanas, dan pisang dapat segera diekspor ke Selandia Baru,” ungkap Iman. Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam forum SOMTIF ke-6 adalah pembukaan akses pasar terkait perdagangan barang di bidang pertanian. Kedua negara berkeinginan menjalin kerja sama lebih lanjut terkait komoditas ekspor unggulan masing-masing.

Jika Indonesia ingin membuka akses pasar buah tropis di Selandia Baru, sebaliknya Selandia Baru ingin meningkatkan ekspor bawang bombai, susu, dan daging ke Indonesia. Dibahas pula berbagai isu hambatan perdagangan, terkait produk pertanian kedua negara. Kedua delegasi sepakat, isu pertanian akan dibahas lebih mendetail di forum bilateral bidang pertanian pada ASEAN-Australia New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA), yang diagendakan pada Maret 2018 di Selandia Baru.

Indonesia dan Selandia Baru kembali menegaskan komitmen untuk meningkatkan kerja samaperdagangan dan investasi melalui forum tahunan SOMTIF. Forum ini mendiskusikan isu-isu perdagangan dan investasi, sekaligus mencari terobosan untuk meningkatkannya. Di sini ada kerjasama bidang seperti pertanian, energi, pendidikan, pariwisata, serta peningkatan promosi di bidang perdagangan dan investasi. Pertemuan SOMTIF ke-6 ini merupakan upaya konkret, untuk meningkatkan perdagangan kedua negara yang ditargetkan mencapai Rp 400 trilliun atau NZD 4 miliar dalam periode 2014-2024 (sa) | Foto: istimewa