Jumat, 09 Maret 2018

Kasat Lantas Sijunjung Kenalkan Mobil Pustaka Keliling ke Sekolah

Sijunjung/Sumbar (IndonesiaMandiri) – Ada banyak cara untuk memberikan edukasi kepada pelajar agar lebih mudah memahami aturan lalu lintas. Tak harus melulu dijejali dengan hal-hal yang berat. Terlebih, selama ini bila ada Polisi Lalu Lintas atau Polantas, yang terekam dalam benak kita adalah razia, tilang dan baju seragam polisi berompi terang berdiri di perempatan lampu merah dan sedang mengatur lalu lintas. Inilah yang kemudian dikemas oleh Sat Lantas Sijunjung dibawah kepemimpinan AKP. Afrino Chaniago,SH selaku Kasat Lantas Polres Sijunjung, melakukan cara-cara persuasif dan inovatif.
Afrino Chan, sapaan akrab Kasat Lantas yang ramah dan murah senyum itu, sejak menjabat di Polres Sijunjung setelah di mutasi dari Ditlantas Polda Sumbar dan pernah menjabat Kasat Lantas Polres Pariaman serta Polres Aro Suka, sangat sering turun langsung kelapangan dalam banyak giat di satuan yang dikelola. Tak jemu ia keluar masuk mulai dari sekolah – sekolah, kantor pemerintahan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung, masjid dan turun langsung kejalanan.
Baru-baru ini Afrino Chan, mengembangkan ide baru dengan ‘Mobil Pustaka Keliling’, yang merupakan inovasinya sendiri. Mobil itu ia parkir dilapangan terbuka SD Negeri 3 Muaro Sijunjung, disambut para guru dan murid sekolah tersebut, yang dimulai sekitar pukul 07.30 pagi (7/3). Ditampilkan juga badut ‘mickey mouse’, sehingga membuat riuh gembira para murid. “Sejak dini kita harus mengenalkan bagaimana tertib berlalu lintas kepada anak – anak. Tetapi, inovasi terbaru kita dengan Mobil Pustaka Keliling, akan membuat suasana lebih edukatif dan enjoy,” ungkap Afrino Chan.
“Kegiatan tersebut merupakan sebuah wujud tindakan komunikatif yang digunakan untuk menyebarluaskan informasi  mengenai keselamatan jalan. Hal tersebut penting sekali bagi mereka agar terwujudnya keselamatan jalan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas,” sambungnya.
“Kepada para guru kita mensosialisasikan  UU No.22 thn 2009  dan kepada murid kita mengenalkan 12 gerakan lalu lintas. Kemudian giat kita lanjutkan dengan pemberian dan pemasangan helm secara simbolis kepada salah seorang guru. Disamping itu, kita juga memberikan semacam hadiah kepada murid yang bisa menjawab pertanyaan tentang berlalu lintas,” jelas Afrino Chan (ra/ab) | Foto: Istimewa