Minggu, 04 Maret 2018

Kunjungan Wisman Jawa Timur di Januari 2018 Naik


Surabaya (IndonesiaMandiri) - Hasil manis ditorehkan oleh Provinsi Jawa Timur terkait raihan kedatangan wisatawan mancanegara (Wisman) di tahun 2018. Hal itu menyusul, Bandara Juanda Surabaya sepanjang Januari 2018 kemarin, menjadi pintu besar bagi kedatangan 26.700 wisman. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Teguh Pramono mengatakan, pertumbuhan wisman progresif di awal 2018 ini. “Pertumbuhan 54,52% pada Januari kemarin sangat luar biasa. Sebab, Januari 2017 hanya 17.279 wisman saja.Pertumbuhan ini tentu sangat menjanjikan karena masih berada di awal tahun. Pariwisata Jatim ini 
prospeknya luar biasa tahun ini,” ungkap Teguh. 

Bila memakai asumsi bulan berjalan, jumlah 26.700 wisman pun tetap saja kompetitif. Jumlah wisman di Jatim tumbuh 15,05% atau melejit 3.492 orang. Sebab, kedatangan wisman pada Desember 2017 hanya 23.208 orang. “Secara prinsip jumlah wisman di Jatim terus naik dalam tiga tahun terakhir. Promosi yang dilakukan Jatim sangat gencar. Kondisi ini  ditunjang oleh aspek lain, seperti akomodasi dan kualitas destinasi. Even yang digelar juga sangat banyak,” lanjutnya. 

Dari jumlah 26.700 wisman, Malaysia menjadi penyumbang terbesar. Jumlah kunjungan warga Malaysia pun mencapai 4.156 orang. Strip berikutnya  dihuni Singapura dengan 1.368 wisman. Tiongkok pun berada di strip ke tiga dengan jumlah kunjungan 1.245 orang. “Malaysia itu sangat dominan. Jatim favorit mereka. Semuanya aspek menunjang. Jatim juga memiliki banyak tujuan baru,” jelas Teguh. 

Dari beberapa destinasi, status pariwisata Banyuwangi memang sedang naik daun dan bahkan sukses mendulang devisa Rp 546 miliar tahun lalu. Besarnya respon terhadap Banyuwangi juga menarik minat maskapai. Saat ini sudah ada empat maskapai yang melayani rute domestik Banyuwangi.  Pengembangan berlanjut, The Sun Rise of Java menyiapkan rute internasional. Beberapa poros yang akan terhubung adalah Malaysia, Australia, Singapura, bahkan India. 

Posisi menjanjikan Jatim di awal 2018 tentu menjadi angin segar. Sebab, pariwisata Indonesia sedang fokus kepada percepatan recovery Bali pasca erupsi Gunung Agung. Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, pertumbuhan wisman di Jatim sangat menggembirakan. Sebab, berbagai upaya dan usaha keras yang dilakukan selama ini sangat positif (rm) | Foto: Istimewa