Sabtu, 10 Maret 2018

Perlu Strategi Jitu Atasi Derasnya Tenaga Kerja Asing

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Belakangan ini sering muncul perdebatan tentang deras dan mudahnya tenaga kerja asing yang masuk ke Tanah Air. Secara umum, adalah fakta bahwa Indonesia yang saat ini sedang gencar membangun sektor infrastruktur memang masih membutuhkan tenaga kerja asing. Namun hakikatnya diperlukan paket kebijakan yang menyeluruh, guna mengatur tenaga kerja asing secara seimbang dan adil, sehingga dapat memberikan kepastian perencanaan kepada para pemangku kepentingan, termasuk investor asing serta pengusaha.

Hal ini dinyatakan Ivan Taufiza, Ketua Umum Ikatan SDM Profesional Indonesia/ISPI di kantornya (10/3). Ivan melanjutkan, “Kebijakan tenaga kerja asing baru yang lebih modern, secara jangka panjang akan menjamin dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.” Ditambahkannya, “Studi juga menunjukkan, tenaga kerja asing yang memiliki keterampilan tinggi memiliki korelasi positif pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Sebaliknya tenaga kerja asing yang tidak terampil, serta tidak memiliki nilai tambah, cenderung hanya mengganti tenaga kerja nasional.”

Ivan bersama seluruh anggota ISPI menyarankan, agar pemerintah segera membuat paket kebijakan tenaga kerja asing yang menyeluruh, konsisten, dan berkeadilan. Karena saat ini jumlah tenaga kerja asing terus bertambah setiap tahunnya. Menurut Ivan, minimal ada empat cara untuk membuat kebijakan tenaga kerja asing yang seimbang, sesuai dengan mekanisme pasar dan berkeadilan di Indonesia. Pertama, dengan melakukan survei tahunan tentang kondisi pemintaan dan penawaran pasar tenaga kerja asing.

Kedua, adalah membuat rasio jumlah tenaga kerja asing dibandingkan dengan banyaknya jumlah orang Indonesia (dengan jenjang tertentu), yang masih bekerja di perusahaan tersebut. Jadi,apabila Bank A ingin merekrut satu tenaga kerja asing untuk posisi Treasury Manager, maka Bank A tadi harus memastikan ada 15 Senior Supervisor orang Indonesia yang masih bekerja disana.

Ketiga, perusahaan harus mengisi posisi manajemen kunci dengan minimal dua orang Indonesia. Ini berarti perusahaan tersebut harus merancang cara dan pengembangan yang berkelanjutan untuk melatih dan mempertahankan pekerja Indonesia yang profesional dan kompeten. Sehingga tidak mudah menggantikan posisi manajemen kunci dengan tenaga kerja asing.

Keempat, menerapkan rasio zona atau industri dan level. Secara berkala, pemerintah melakukan review dan menetapkan zona industri dengan jenjang tertentu, yang hanya boleh diisi oleh orang Indonesia dan tertutup bagi tenaga kerja asing (sa) | Foto: Istimewa