Rabu, 07 Maret 2018

Pushidrosal Hadiri Pertemuan Lembaga Hidrografi Asia Timur

Xiamen/Cina (IndonesiaMandiri) - Sebagai salah satu lintasan pelayaran tersibuk di dunia, negara yang berada di kawasan ini - termasuk Indonesia - selalu memelihara faktor keselamatan di lautnya. Hal ini pula yang senantiasa dibahas oleh negara yang tergabung dalam East Asia Hydrographic Commission (EAHC), saat pertemuan di Xiamen, Cina sejak 5-8 Maret.

EAHC sebagai lembaga hidrografi telah memainkan peran penting tak hanya dalam mendukung keselamatan navigasi, namun lebih dari itu sebagai tulang punggung peningkatan blue ekonomi di kawasanny melalui pembangunan kelautan sumber daya alam dan eksploitasi, mitigasi bencana, dan konservasi lingkungan laut.  Hal itu pula yang dibahas dalam pertemuan di Xiamen, di mana Indonesia langsung dihadiri oleh Kapushidrosal Laksamana Muda Harjo Susmoro, bersama Aspotmar, Mayor Jendral Gatot Triswanto dan perwira staf Pushidrosal. Beberap acara yang dihadiri adapahThe 8th Training, Research & Developement-Board Of Directors (TRDC-BOD)The 5th East Asia Hydrographic Commission (EAHC) Steering Committee dan 11th Malacca Singapore Straits ENC Steering Committtee (MSS ENC).

Pertemuan yang dihadiri oleh para Chief Hydrographer negara-negara anggota EAHC diantaranya adalah Brunei, Filipina, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, Thailand dan dari Sekretariat Jendral IHO diwakili oleh salah satu direkturnya, Mr Abri Kampfer.

Dalam acara tersebut Pushidrosal melaporkan kegiatan trainingyang telah dilaksanakan yaitu Training on Hydrographic Survey for Disaster Management and Relief (9/17), serta rencana training yang akan dilaksanakan pada Juli 2018 yaitu Training in use of Global Navigational Satellite System (GNSS) for tide Correction in Hydrographic Survey. Berikutnya Pushidrosal melaporkan kegiatan training atau kursus basic kartografi yang telah dilaksanakan oleh Pusdikhidros dan Pushidrosal serta melaporkan kursus hidrografi atau Dikba Hidros yang tiap tahunnya dilakukan.

Pada pertemuan ini Pushidrosal memaparkan perkembangan pembanguan Indonesian Marine Geospatial Information Centre (I-Magic) sebagai implementasi pembangunan Marine Spatial Data Infrastructure (MSDI), mandate dari International Hydrographic Organization (IHO) dalam pembangunan infrastruktur data kelauatan di Indonesia yang dapat dimanfaatkan tak hanya untuk kepentingan keselamatan navigasi pelayaran namun dapat digunakan berbagai kepentingan dan pembangunan kelautan Indonesia dan pertahanan.

Disamping itu Pushidrosal juga memaparkan straetgi Lembaga hidrografi dalam menghadapi Mandatory IMO Member State Audite Scheme (MIMSAS) untuk 2022 dengan menunjukan aplikasi Risk Assessment Nautical Charts (RANC). Aplikasi tersebut dapat memberikan gambaran prioritas perairan yang sangat berbahaya dan diperlukan segera pemutakhiran data melalui kegiatan survei dan pemetaan hidro-oseanografi (wa/ab) | Foto: Istimewa