Jumat, 02 Maret 2018

Sinergi Kementan&Kemristekdikti Bangun Polteknik Pertanian



Tangerang (IndonesiaMandiri) - Kementerian Pertanian/Kementan bersinergi dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi/Kemristekdikto dalam pengembangan Sains Pertanian Modern. Diantaranya, dengan membangun Politeknik Pembangunan Pertanian Serpong yang berorientasi sebagai pusat penyedia dan pengembangan sains dan enjinering yang unggul. 


"Sederhana saja, kita ini negeri agraris. Untuk mengembangkannya, kita harus mengubah paradigma petani dari tradisional ke modern. Satu kuncinya itu dengan teknologi," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BB-Mektan) Serpong, Tangerang Selatan (1/3). 



Mentan Amran mengatakan, saat ini kawasan Sains dan Enjinering Pertanian Serpong sudah melakukan pembangunan beberapa infrastruktur penunjang. Seperti Gedung Galeri, Penataan lahan dan jalan usaha tani, rumah tanam terkendali, penataan sistem irigasi mikro dan embung untuk mendukung usaha tani pertanian modern. 



Selain itu, di kawasan tersebut juga telah dilakukan pengembangan berbagai teknologi enjinering berupa prototipe alsintan pendidikan usaha tani pertanian modern yang berfungsi untuk komoditi padi, komoditi jagung, komoditi bawang merah dan cabe, komoditi tebu dan kakao. “Terima kasih Pak Menristekdikti, kita kembangkan areal ini. Jika perlu kita jadikan pusat mekanisasi di Asia," puji Mentan Amran. 



Menristekdikti M. Natsir menyebutkan, pihaknya akan membantu Kementan dalam mengembangkan kawasan sains dan engineering pertanian. Diharapkan, kawasan tersebut bisa menjadi pusat penelitian dan pengembangan pertanian tercanggih. “Kalau toh nanti di sini menghasilkan teknologi yang tercanggih di dunia, paling tidak di ASEAN atau Asia. Ini menjadi kerjaan utama," papar Natsir. 



Secara garis besar, kawasan sains dan engineering pertanian tersebut nantinya diharapkan mampu memberikan penguatan kepada kelembagaan Litbangrap, perekayasaan dan teknologi; perencanaan pengembangan kawasan; kerja sama dan kemitraan; sarana dan prasarana termasuk irigasi serta alsintan pendukung; sarana dan prasarana pengolahan dan prosesing hasil pertanian; SDM; dan adopsi teknologi bioindustri dan bioenergi; serta pengembangan industri hilir (ag/ab) | Foto: istimewa