Kamis, 26 April 2018

Badak Jawa Perlu Perhatian Khusus


Jakarta (IndonesiaMandiri) - Kabar duka sekaligus gembira datang dari Taman Nasional Ujung Kulon/TNUK. Dukanya, salah satu satwa langka di dunia, badak jawa (rhinoceros sondai us desmarest), ditemukan mati satu ekor di Pantai Karang Panjang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten (23/4). Kabar gembiranya, juga sudah lahir dua ekor badak Jawa (Februari 2018).

“Badak jenis ini potensi kepunahannya sangat tinggi,” jelas Kepala Balai TNUK, Dr. U. Mamat Rahmat, S.Hut, MP, didampingi Ir. Herry Subagiadi M.Sc Sekdirjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem KLHK, Djati Witjaksono Hadi, Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, saat jumpa pers di Media Centre Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (26/4).

Itu sebabnya, TNUK berupaya keras untuk memelihara badak jawa yang kini jumlahnya tinggal 68 ekor dan hanya ada di Indonesia. Penyebab kematian badak jawa yang terjadi kemarin minggu, menurut Mamat, memang bukan karena dibunuh. “Kita sedang bawa ke laboratorium di IPB untuk diteliti,” sambungnya (ab).

Foto: Dok.TNUK