Selasa, 01 Mei 2018

Airnav Sosialisasi Keselamatan Balon Udara di Ponorogo


Ponorogo/Jatim (IndonesiaMandiri) - Balon udara berukuran besar tanpa awak yang dilepaskan ke angkasa sangat mengganggu keselamatan penerbangan. Karena bila balon tersebut bertubrukan dengan pesawat yang sedang melaju, akibatnya akan sangat serius. Bila kena mesin pesawat, bisa terbakar. Bila kena kokpit bisa menghalangi penglihatan pilot. Bila sampai kena dan menutupi pipa pitot, bisa membuat sistim pesawat kacau. Dan masih banyak lagi akibatnya yang ujungnya bisa terjadi kecelakaan penerbangan. 

Berdasarkan hal tersebut, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya bersama dengan AirNav Indonesia serta Pemda, Polres  dan organisasi kemasyarakatan daerah setempat, mengadakan sosialisasi di lapangan desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (30/4). 

Hal ini dilakukan karena masyarakat Ponorogo bersama masyarakat lain di wilayah Wonosobo, Pekalongan, Magelang, Madiun, Banyuwangi, Jombang, Trenggalek dan lainnya mempunyai tradisi menaikkan balon udara pada hari raya Idul Fitri. 

Tidak hanya itu saja, balon udara juga sering diterbangkan masyarakat pada saat menyambut atau memperingati Agustusan, hari jadi Kabupaten/Kota, panen hasil pertanian dan lainnya. 

Acara dibuka oleh Wakapolres Ponorogo, Kompol Suharsono. Menurutnya, pihak Polres memberikan apresiasi tinggi  adanya acara sosialisasi balon udara ini. Dengan demikian masyarakat semakin tahu bahayanya menerbangkan balon udara. Dan juga memahami bahwa penerbangan balon itu bisa dipidana. 

"Sosialisasi ini sebagai bentuk kepedulian masyarakat Ponorogo terhadap keselamatan penebangan. Saya berharap peserta yang ikut sosialisasi juga menyebarluaskannya ke saudara dan masyarakat lainnya. Nantinya pelepasan balon udara akan dikendalikan dan dibuat festival yang dilombakan. Semoga hal ini didengar oleh seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya. 

Sementara itu Kabid Pelayanan dan Pengoperasian Bandar Udara KOBU Wilayah III, Surabaya Hasanuddin menyatakan, “sebagai tradisi tentunya kegiatan tersebut tidak dilarang. Tetapi tradisi seharusnya  juga jangan merugikan orang lain. Ke depannya  harus ada kreatifitas  dalam soal pembuatan dan pelepasan balon udara ini sehingga tidak memberikan efek negatif pada orang lain.” 

Menurut Hasanuddin, ada aturan yang mengatur penerbangan balon udara yaitu Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) 101 di mana setiap penerbangan balon udara harus mendapat ijin Kantor Otoritas Bandar Udara dan Airnav terdekat. Ada sanksi pidana jika ada penerbangan balon udara yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan. 

Karakteristik balon udara yang diterbangkan oleh masyarakat di antaranya merupakan balon udara bebas tanpa awak yang tidak bisa dikendalikan. Besar balon 5 – 10 meter bahkan lebih. Materialnya dari plastik, kertas minyak, terkadang dilengkapi dengan tungku yang terbuat dari kaleng dan ada pula yang dilengkapi petasan. 

Balon ini mempunyai durasi  terbang  sampai 10 Jam. Diluncurkan pagi hari pukul 05.00 – 08.00 WIB dan bisa sampai ketinggian Flight Level 350. Peluncurannya tanpa ijin sehingga keberadaanya tidak diketahui dan tidak terdeteksi oleh radar ATC (tim). 

Foto: istimewa