Rabu, 02 Mei 2018

Aksi Bersih Sampah di Pantai Sanur Bali




Bali (IndonesiaMandiri) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Parisadha Budha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (NSI), dan masyarakat Bali, melakukan aksi memungut sampah di Pantai Sanur, Bali (29/04). 

Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 (PDLB3), menegaskan bahwa, pemerintah siap berkerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan komunitas, untuk membangun komitmen bersama mengelola sampah dengan baik dan benar untuk menciptakan lingkungan yang baik dan sehat. 

"Banyaknya komunitas pecinta lingkungan merupakan potensi yang harus diapresiasi pemerintah untuk menjadikan komunitas/organisasi masyarakat sebagai partner pemerintah untuk menjadi agen-agen perubahan (agent of change) dan mengkampanyekan tentang pentingnya mengelola sampah mulai dari sumbernya", jelas Rosa Vivien. 

Berdasarkan profil pengelolaan sampah nasional 2016-2017, sumber sampah yang utama dihasilkan dari rumah tangga sebesar 36%, pasar serta perniagaan sebesar 38%, dan sisanya sebesar 26% berasal dari kawasan perkantoran dan fasilitas publik. Profil timbulan sampah pun mengalami perubahan dimana sampah plastik meningkat dari 14% pada 2013 menjadi 16% pada tahun 2016 dan penurunan timbulan sampah organik dari 60% tahun 2013 menjadi 57% pada tahun 2016. 

Menyadari hal ini, Rosa Vivien menghimbau semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong pengelolaan sampah di sumbernya, serta perlu adanya eforia revolusi mental pengelolaan sampah dengan merubah perilaku, mulai dari diri sendiri, mulai dari rumah sendiri dengan menerapkan prinsip prinsip 3R (reduce, reuse dan recycle) di tempat masing-masing. 

Sebagaimana diketahui, terdapat lebih dari 723 komunitas lingkungan di Indonesia, dan beberapa komunitas yang aktif di Bali, antara lain: Bye-bye Kantong Plastik, Senastia Botanica, Bali Wastu Lestari, Komunitas Pemuda Peduli Sampah, APEX Environmental, Plastic Sun, Greenna. 

Sementara, Gubernur Bali, I Mangku Prastika, juga mengajak peran serta umat Budha untuk mendalami kepedulian menjaga lingkungan dengan menyatakan bahwa membuang sampah plastik bagian dari tindakan tidak baik atau dosa. Kepedulian umat Budha diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremoni tapi harus menjadi bagian hidup 

Dengan mengambil tema Wanita NSI Adalah Bahtera Untuk Menuju Indonesia Negara Bahari Yang Jaya, kegiatan yang dilaksanakan pada akhir April tersebut, diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Bumi (bp). 

Foto: Dok.KLHK