Selasa, 15 Mei 2018

Asian Games Berdampak Besar Bagi Pariwisata Nasional

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Penyelenggaraan Asian Games yang berlangsung pada 18 Agustus - 2 September 2018, menjadi kesempatan baik di sektor pariwisata nasional untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisman. 

Itulah yng kemaren dipentaskan dimana warga Jakarta disuguhkan pagelaran 18th Parade Asian Games 2018 pada Minggu pagi (13/5). Acara dimeriahkan berbagai pihak, baik pemerintah, BUMN, swasta maupun komunitas yang turut memberikan dukungan pada penyelenggaraan Asian Games 2018.

18th Parade Asian Games 2018 dilaksanakan di sekitaran Monas, tepatnya area Bundara Monas melewati Gedung Sarinah, Thamrin, lalu berakhir di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika. Even ini dilaksanakan dengan memanfaatkan 100 hari jelang Asian Games, tepatnya 98 hari menuju pesta olahraga terbesar di Asia. Ada 43 grup dengan total peserta mencapai 5.000 orang. Kementerian Pariwisata memberi support dengan mendatangkan Jember Fashion Carnaval (JFC) dalam parade tersebut. 

Parade diawali grup yang terdiri dari Bendera Merah Putih, maskot Asian Games 2018, hingga bendera-bendera negara peserta. Tiga maskot Asian Games yang hadir adalah Kaka (Badak Bercula Satu), Atung (Rusa Bawean), dan Bhin Bhin (Burung Cendrawasih). Setelah itu, berturut-turut penampilan dari pemerintah, BUMN, swasta dan komunitas ikut meramaikan acara dengan menampilkan keunikan masing-masing dan warna-warni bernilai budaya. 

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebutkan, parade ini menjadi upaya mendatangkan keramaian.  Selain menunjukan prestasi, ini menjadi ajang persahabatan internasional. Ada banyak kreativitas dari masing-masing negara peserta Asian Games 2018 yang menarik ditampilkan. 

“Demam Asian Games 2018 ini harus disebarkan. Asian Games 2018 jadi event terbesar dalam sejarah Indonesia. _Venue_ sudah tidak ada masalah, terkait pengamanan sudah siap. Atlet juga sudah berlatih,” terang Kalla lagi.

Asian Games kali ini menjadi kedua digelar Indonesia. Pertama di 1962, Indonesia untuk pertama kalinya menjadi _runner up_, diikuti 24 negara dan 3.000 orang peserta. Di Asian Games 2018 diikuti 45 negara dan melibatkan 18.000 orang.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, menilai “antusiasme masyarakat ini luar biasa. Mereka memberi perhatian lebih kepada Asian Games 2018 melalui parade ini. Dan, parade ini memang menampilkan konten yang bagus dan unik. Penuh ornamen juga warna warni. Pesan berupa branding terkait Asian Games ini tersampaikan dengan baik.”

Pada kesempatan tersebut, Kemenpar menampilkan JFC dengan tema Archipelago Indonesia dan Asialight. Penampilan tim dibawah asuhan Dinan Fariz ini menjadi penutup yang manis pada 18th Parade Asian Games 2018. 

Archipelago dikuatkan dengan konten Garuda, Sriwijaya, Lampung, juga Bali. Asialight terdiri dari Kujang, Bian Lian China, dan Ottoman-Turki. Ada juga Korea Selatan, Shogun Jepang, Saudi Arabia, Babylonia-Iran, India, hingga Thailand.

“JFC ini prestasinya luar biasa. Mereka saat ini terbaik ketiga di dunia. Sudah banyak penghargaan yang didapatkan mereka. Tampilnya JFC ini menjadi puncak dari prestasi dan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Sebab, JFC ini merangkum semuanya,” kata Menpar lagi.

Foto: Dok.Kemenpar