Rabu, 09 Mei 2018

Bupati Purbalingga: Program “Bekerja” Kementan Menginspirasi


Purbalingga/Jawa Tengah (IndonesiaMandir) - Bupati Purbalingga, H Tasdi, terinspirasi Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera atau “Bekerja” dari Kementerian Pertanian dalam meningkatkan derajat  pra sejahtera. Sebab, Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu daerah termiskin di Provinsi Jawa Tengah. 

"Ini sangat menginspirasi kami, bagaimana dengan memberi ayam sebanyak 50 ekor kepada tiap keluarga, dapat meningkatkan pendapatan keluarga pra sejahtera. Kami ingin tiru, bagaimana setelah rumahnya bagus, jambannya bagus, orangnya bisa berdaya saing secara ekonomi," ujarnya di sela - sela peluncuran Program “Belerja” di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Jateng (8/5). 

Program ini merupakan upaya Kementan mengentaskan kemiskinan di Tanah Air berbasis pertanian dengan tiga tahapan, yaitu Jangka Pendek, Jangka Menengah, dan Jangka Panjang. Secara keseluruhan, kebijakan ini akan digelar di 1.000 desa di 100 kabupaten se-Indonesia. 

Tiap rumah tangga pra sejahtera menerima bantuan 50 ekor ayam, dua ekor kambing /domba, dan 20 ekor kelinci. Bantuan ternak ayam dilengkapi kandang dan pakan selama enam bulan. Ada juga bantuan berupa bibit komoditas hortikultura dan perkebunan. 

Tingkat kemiskinan Kabupaten Purbalingga sekitar 18,18 persen, yang menempatkan Kabupaten Purbalingga sebagai daerah termiskin nomor empat di Provinsi Jawa Tengah setelah Wonosobo, Kebumen, Brebes. Itu sebabnya Pemda Purbalingga bergembira dengan kehadiran perdana Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sekaligus memberikan motivasi mengentaskan kemiskinan. 

"Semoga apa yang dilakukan Menteri Pertanian bermanfaat dunia-akhirat dan mampu mengentaskan kemiskinan," ucap Tasdi. Program ini sebelumnya dilakukan di Kabuoaten Cianjur, Jawa Barat dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. 

Selain Kabupaten Purbalingga, Kementerian Pertanian bakal menyasar Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Brebes sebagai lokasi Program “Bekerja” di Provinsi Jawa Tengah. Total sasaran penerima adalah 48.915 Kepala Keluarga rumah tangga miskin di 176 desa di 12 kecamatan di tiga kabupaten (aa). 

Foto: Dok.Kementan