Senin, 28 Mei 2018

Kemenpar Gandeng BTN Percepat Pembangunan Homestay


Jakarta (IndonesiaMandiri) - Pengembangan dan ketersediaan homestay untuk meningkatkan jumlah wisatawan, terus menjadi fokus Kementerian Pariwisata. Salah satunya melalui kerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) melalui Program Renovasi Arsitektur Nusantara dengan kredit Kemitraan BUMN, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan pengembangan dan pembangunan 10 ribu unit kamar homestay desa wisata tercapai pada 2019. 

"Program tersebut merupakan bagian dari Top-3 Quick Wins Homestay Desa Wisata. Ini menjadi prioritas Tim Percepatan Pembangunan Homestay Kemenpar tahun 2018," kata Ketua Tim Percepatan Pembangunan Homestay Kementerian Pariwisata, Anneke Prasyanti. 

Karena biaya merenovasi rumah untuk dijadikan homestay tidaklah murah, sehingga seringkali jadi kendala bagi masyarakat. Nah, lewat program bersama BTN, masyarakat diberi kemudahan dengan kredit Kemitraan BUMN, mengajukan ke kantor cabang BTN terdekat. 

Program renovasi homestay dengan penyaluran kredit bunga rendah. Lebih tepatnya melalui program Kemitraan BUMN (non-bankable), seperti yang sudah dijalankan, salah satunya di Desa Wisata Kemiren, Banyuwangi. “BTN telah menyalurkan kredit Program Kemitraan BUMN sebesar Rp 399 juta kepada 12 pemilik _homestay_ untuk melakukan renovasi," papar Anneke. 

Anneke menambahkan, keberhasilan pengajuan kredit kemitraan BUMN di Desa Kemiren, diikuti oleh desa-desa wisata lainnya. Seperti Desa Dieng Kulon Banjarnegara dengan 26, Desa Tabanan, Bali 10 unit dan Desa Samiran Boyolali lima unit. 

Performa positif juga dicapai Tim Percepatan Pembangunan Homestay Kemenpar. Tercatat 1.504 kamar _homestay_ di seluruh Indonesia telah tersedia. Terdiri dari 1.315 kamar hasil program konversi, 178 kamar hasil dari program renovasi, serta 11 kamar hasil program bangunan baru. 

"Tugas kami tidak hanya membangun tapi juga merenovasi dan mengembangkan. Pada 2017 kami telah mendampingi pembenahan dan pembangunan 1.504 kamar _homestay_. Tahun ini kami ingin agar Kredit Kemitraan juga bisa dinikmati oleh pelaku _homestay_ di seluruh desa wisata khususnya di 10 destinasi pariwisata prioritas," jelas Anneke. 

Tim Percepatan Pembangunan Homestay sendiri optimis target ketersediaan 10 ribu kamar di desa wisata pada 2019 bisa terealisasi. Pembagiannya, pada 2017 target ketersediaan kamar sebanyak 2.000 unit, pada 2018 sebanyak 3.000 kamar, dan 2019 dengan 5.000 kamar. Karena itulah, pihaknya terus membuka komunikasi intensif dengan _stakeholder_ terkait. 

Sementara itu, Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan pihaknya mendukung penuh renovasi dan pengembangan _homestay_ Kemenpar. Program strategis tersebut juga masuk sebagai program nasional BTN. "Akan kami sosialisasikan kembali ke seluruh cabang BTN, sehingga program ini akan berjalan lebih optimal karena ini merupakan salah satu program nasional BTN. Dengan begitu, hambatan yang ada di lapangan dapat terselesaikan. Perbaikan sistem program tentunya juga akan kami lakukan," ujar Maryono. 

Foto: Dok.Kemenpar