Rabu, 23 Mei 2018

Kemenpar Gelar Bali Sales Mission di Australia dan New Zealand


Sydney/Australia (IndonesiaMandiri) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Bali Sales Mission di tiga kota sekaligis Australia (Sydney, Melbourne, dan Perth) dan Kota Auckland, Ibukota Selandia Baru (New Zealand). Kegiatan ini menyertakan 18 pelaku industri pariwisata dari Tanah Air akan menawarkan paket wisata di destinasi unggulan antara lain Bali, Lombok, dan Yogyakarta dalam acara _table top_ dan _business set meeting_ kepada 400 _buyers/wholesalers_ dan _retails agents_ dari Australia dan New Zealand. 

Bali Sales Mission dimulai di Hotel Sofitel Wentworth Sydney (14/5) dan Hotel Windsor Melbourne, Australia (15/5) kemudian dilanjutkan di Hotel Pullman Auckland, New Zealand (17/5) dan akan berakhir di Hotel Hyatt Regency Perth, Austrlia pada 21 Mei 2018. Di masing-masing kota para _sellers_ dari Indonesia akan bertemu dengan 80-90 _buyers_ dalam format B to B (business to business) atau _table top._ 

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional IV Australia dan Oceania Kemenpar Adella Raung menyatakan “Kegiatan dengan format B to B jauh lebih efektif untuk mengejar target jumlah wisatawan,” kata Adella Raung. 

Tahun ini Kemenpar mentargetkan kedatangan 17 juta wisman, sebanyak 1,35 juta wisman di antaranya dari Australia atau naik sekitar 200 ribu dibanding tahun lalu sebanyak 1.188.449 wisman. Sementara itu target kunjungan wisman dari New Zealand tahun ini diharapkan juga naik signifikan dibandingkan tahun lalu yang datang sekitar 100 ribu wisman. “Mudah-mudahan dengan adanya _Bali Sales Mission_ yang melibatkan industri pariwisata dari Tanah Air dapat meningkatkan  jumlah kunjungan wisman dari Australia dan New Zealand ke Indonesia pada tahun ini,” ujar Adella. Melalui pelaksanaan kegiatan ini diharapkan pula dapat mencapai target perolehan devisa sebesar Rp 454.252.622.400,- 

Menurut Adella, diharapkan kegiatan ini dapat memulihkan pariwisata di Bali seperti sebelum erupsi Gunung Agung beberapa waktu lalu.  “Dari peningkatan tersebut dampaknya nanti diharapkan bisa menular ke 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP), terutama di tiga DPP sebagai fokus yakni; Toba, Mandalika, serta Borobudur meski kita tidak bisa lepas juga menjual _Beyond Bali_ untuk mengenalkan Indonesia,”  papar Adella. 

Seperti diketahui jumlah kunjungan wisman dari Australia dan New Zealand ke Indonesia tahun ini diproyeksikan akan meningkat, hal ini antara lain karena adanya penerbangan langsung (direct flight) oleh 2 maskapai penerbangan yakni; Air New Zealand yang telah melakukan penerbangan ke Bali pada April-Oktober lalu dan Emirates yang menurut rencana akan mulai terbang dari Auckland-Denpasar-Dubai pada 15 Juni 2018 mendatang (aa). 

Foto: Dok.Kemenpar