Selasa, 08 Mei 2018

Kementan Bikin Program “Bekerja" Entaskan Kemiskinan Petani


Tanjungsari/Jawa Timur (IndonesiaMandiri) - Puluhan warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Panean, Kabupaten Magetan terlihat memadati pekarangan rumah sempit dengan dinaungi tenda sederhana yang telah dipersiapkan sehari sebelumnya 
(07/05). Siang itu, mereka antusias ingin melihat langsung sosok Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian yang hadir guna mensosialisasikan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera, atau telah dipopulerkan dengan sebutan "Bekerja". 

Program ini akan membagikan ayam, kelinci atau kambing serta bibit tanaman sesuai kebutuhan masyarakat pra sejahtera di desa tersebut, bertujuan mendongkrak ekonomi rumah tangga keluarga pra sejahtera. Program jangka pendek dengan membagikan bibit tanaman sayuran, program jangka menengah membagikan ternak berupa ayam, kelinci mapun kambing, serta jangka panjang berupa bibit tanaman perkebunan yang akan disesuaikan dengan keunggulan komparative daerah tersebut. 

Sarman (63 tahun) buruh tani, salah satu keluarga pra sejahtera yang menerima bantuan ini sangat berharap program ini mampu meningkatkan pendapatannya sebagai buruh tani serabutan dengan upah 45.000 perhari. Ini dirasakan tidak cukup untuk menghidupi seorang istri Suminem (63 tahun) beserta ketujuh anak. 

"Senang dapat bantuan 25 ekor kelinci, mau sabar peliharanya biar banyak" kata sarman. Hal yang sama juga disampaikan Sudjono (60 tahun). Upah saya 40.000 perhari kadang tak menentu, seminggu hanya empat kali kerja, jadi saya senang ada perhatian dari pemerintah, nantinya kelinci ini mau saya kembangkan,” aku Sarman polos. 

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Propinsi Jawa Timur, Chendy Tefakresnanto mengatakan “bantuan dari program Bekerja ini, akan kami dampingi terus hingga mampu berproduksi, jadi tidak kami lepas begitu saja. Akan kami buatkan kandang, pemberian pakan selama dua bulan, termasuk kesehatan ternak itu sendiri akan kami kawal dan pantau terus.” 

Program Bekerja Kementerian Pertanian/Kementan sebagai upaya pengentasan kemiskinan berbasis pertanian bertujuan menekan angka kemiskinan dibawah dua digit dengan sasaran daerah yang telah didata sebagai kantong pra sejahtera. 

Data Badan Pusat Statistik merilis hingga September 2017 jumlah penduduk miskin di Indonesia.sebesar 26.58 juta orang berkurang sebesqr 1.19 juta orang jika dibandingkan pada periode maret 2017 yaitu sebesar 27,77 juta orang atau 10,64 persen dari total jumlah penduduk. Lebih lanjut BPS menyatakan seseorang dikatakan keluarga pra sejahtera jika pendapatan perkapita perbulan Rp.332.119 (hy/ab). 

Foto: hy