Sabtu, 12 Mei 2018

Ketersediaan Telur dan Daging Ayam Aman Jelang Puasa dan Idul Fitri Jakar


Jakarta (IndonesiaMandiri) - Kementerian Pertanian melalui Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) I Ketut Diarmita menegaskan bahwa ketersediaan telur dan daging ayam cukup menjelang bulan puasa dan Idul Fitri Tahun 2018. Hal tersebut disampaikan oleh I Ketut Diarmita saat acara konferensi pers di Kantor Ditjen PKH dihadiri oleh para pelaku usaha perunggasan nasional (11/5). 

I Ketut menyebutkan, berdasarkan prognosa ketersediaan, produksi daging ayam di 2018 adalah sebesar 3.565.495 ton, sedangkan kebutuhan konsumsi sebesar 3.047.676 ton, sehingga terjadi neraca surplus sebanyak 517.819 ton. Khusus untuk bulan puasa dan lebaran yang jatuh pada Mei dan Juni 2018 diperoleh ketersediaan daging ayam sebanyak 626.085 ton dengan kebutuhan konsumsi sebanyak 535.159 ton, sehingga terjadi neraca surplus sebanyak 90.926 ton. 

Demikian juga untuk ketersediaan telur ayam konsumsi untuk 2018 terdapat produksi sebanyak 2.968.954 ton dengan jumlah kebutuhan konsumsi 2.766.760 ton, maka diperoleh kelebihan stok nasional sebanyak 202.195 ton. Khusus untuk ketersediaan telur selama bulan puasa dan lebaran (Mei – Juni 2018) terdapat produksi sebesar 521.335 ton dan jumlah kebutuhan sebanyak 485.831 ton, sehingga ada kelebihan stok sebanyak 35.504 ton. 

I Ketut menekankan, kenaikan harga seharusnya memang tidak ada jika dilihat dari data ketersediaan ayam, daging ayam dan telur saat ini dalam posisinya surplus/berlebih, bahkan sudah ekspor ke beberapa negara. “Kita harapkan harganya stabil terjangkau, jika naik pun diharapkan tidak terlalu tinggi,” ucapnya. 

Musbar Ketua Peternak Layer Nasional (PLN) mengatakan, pelaku usaha pada prinsipnya mendukung untuk ikut serta menjaga harga telur dan daging ayam tetap stabil. Damawi yang merupakan perwakilan dari PT. JAPFA menyampaikan, para pelaku usaha perunggasan menyepakati harga telur dan daging ayam sesuai dengan Harga Acuan Farm Gate yang telah ditetapkan oleh Pemerintah melalui Permendag No 27 Tahun 2017. 

Direktur perbibitan dan produksi ternak Sugiono menjelaskan, pemerintah akan selalu berada di tengah-tengah masyarakat. “Kita harus bersinergi demi kemajuan bangsa dan terus menjaga komitmen bersama dalam memajukan dunia perunggasan, sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi dan ekspor pun terus meningkat,” ucap Sugiono. 

“Pemerintah juga telah menghimbau agar para pelaku usaha dan asosiasi perunggasan dapat berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga-harga dan ketersediaan, sehingga yang kita harapkan masyarakat dapat beribadah di bulan ramadhan dengan tenang dan khusyuk,” ujarnya. 

Terkait dengan upaya untuk memperlancar arus distribusi dan menjaga stabilitas harga, Sugiono menyebutkan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan telah menyiapkan beberapa titik Toko Tani Indonesia (TTI) yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk ikut terlibat dalam operasi pasar untuk memperlancar distribusi dan mendukung stabilisasi harga (ab). 

Foto: Dok.Kementan