Kamis, 10 Mei 2018

KLHK Bangun Pengolahan Air Limbah di Cirebon


Cirebon (IndonesiaMandiri) - Upaya pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi pencemaran lingkungan terus dilakukan, antara lain dengan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), bagi masyarakat yang tinggal di lingkungan industri. Ini yang juga dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan/PPKL di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon dengan meresmikan pembangunan IPAL Penggergajian Batu Alam dan Rumah Produksi Pemanfaatan Limbah (07/05). 

IPAL dan Rumah Produksi Pemanfaatan Limbah tersebut diserahterimakan kepada masyarakat sekitar. Direktur Jenderal PPKL, M.R. Karliansyah menyampaikan bahwa, fasilitas tersebut dapat mengolah air limbah hasil dari pabrik penggergajian batu alam, menjadi bata ringan, sehingga tidak hanya menurunkan beban pencemaran air, namun juga memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat. 

"Pabrik penggergajian batu alam di Desa Cipanas ini menghasilkan air limbah sebanyak 172 M3 setiap harinya. Dengan IPAL yang memiliki kapasitas 345 M3, rumah produksi pemanfaatan limbah dapat menghasilkan 249 bata ringan setiap harinya, yang dapat memberikan keuntungan senilai Rp 747.000,-/hari", jelas Karliansyah. 

“Kami harap masyarakat dapat terus meningkatkan performa rumah produksi, agar dapat menghasilkan bata ringan yang sesuai standar, sehingga dapat terus memberi manfaat yang maksimal bagi masyarakat Desa Cipanas", pesan Karliansyah. 

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, H.E. Herman Khaeron, yang turut hadir dalam kegiatan juga turut apresiasi atas upaya dari KLHK tersebut (ab). 

Foto: Dok.KLHK