Minggu, 27 Mei 2018

KLHK Bongkar Penjualan Satwa Dilindungi Lewat Facebook

Gresik/Jatim (IndonesiaMandiri) - Balai Penegakan Hukum Kementerian Lungkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum-KLHK) untuk Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabalnusra), Seksi Wilayah II Surabaya, KLHK, bersama Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Gresik, menangkap pemilik akun dengan inisial DCP yang menjual satwa dilindungi melalui Facebook di Gresik (26/5). 


Tim mendapati barang bukti di rumah DCP, tepatnya di Desa Bambe RT08 RW01, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, berupa enam satwa dilindungi, antara lain dua ekor elang brontok (Spizaetus cirrhatus), dua ekor alap-alap kestrel (Falco moluccensis), satu ekor kakatua besar jambul kuning (Cacatua gallerita), dan satu nuri kepala hitam (Lorius lory). 

Sampai dengan berita ini diturunkan tim penyidik Balai Gakkum Jabalnusra Seksi Wilayah II Surabaya masih memeriksa dan mengembangkan kasus ini. 

Operasi penyergapan dimulai ketika Tim Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Banteng Balai Gakkum LHK Jabalnusra, mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada yang menjual satwa dilindungi melalui Facebook. Setelah mengumpulkan bahan dan keterangan dari akun Facebook tersangka, Tim melacak dan mencocokkan lokasi foto yang diunggah di akun Facebook. Tim berkesimpulan tempat tinggal tersangka di Desa Bambe RT08 RW01, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. 

Sabtu pagi (26/5), Tim Operasi SPORC langsung mendatangi rumah DCP dan mendapati barang bukti enam ekor burung dilindungi. DCP sedang tidak ada di rumah. Menurut keterangan orangtuanya, DCP sedang kerja. Selanjutnya, Tim mencari DCP di tempat kerjanya di salah satu pabrik di Gresik dan menahannya untuk pemeriksaan lanjut. 

DCP, terbukti dengan tindakannya itu – berdasarkan bukti yang didapati di rumahnya dan akun Facebook - sarana menjual satwa dilindungi, telah melanggar Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda Rp 100 juta (bc/ab). 

Foto: Dok.KLHK