Sabtu, 05 Mei 2018

KLHK Terus Waspada Ancaman Karhutla


Batam/Kepulauan Riau (IndonesiaMandiri) - “Manggala Agni ditempatkan pada wilayah-wilayah rawan karhutla dengan tujuan agar upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan efisien yang ditangani oleh tenaga-tenaga yang sudah terlatih. Upaya pencegahan tetap harus dikedepankan untuk menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran”, jelas Raffles B. Panjaitan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK, saar berkunjung ke Batam, Kepulauan Riau (4/5).

Hadapi musim kemarau, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK – Manggala Agni terutama di 33 wilayah rawan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi melakukan segala kesiapan untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya dengan terus meningkatkan kapasitas secara fisik dan dukungan sarana dan prasarana.

Kunjungan Raffles untuk memberikan motivasi kepada anggota Daops Manggala Agni Batam, Riau, agar tetap semangat dan selalu berpikiran positif dalam bekerja. KLHK melalui Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan akan memberikan dukungan sarana prasarana yang dibutuhkan di lapangan dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan. 

“Manggala Agni ditempatkan pada wilayah-wilayah rawan karhutla dengan tujuan agar upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan efisien yang ditangani oleh tenaga-tenaga yang sudah terlatih. Upaya pencegahan tetap harus dikedepankan untuk menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran”, tambah Raffles. 

Salah satu Daops Manggala Agni di Indonesia adalah Daops Batam yang berada di Provinsi Kepulauan Riau. Jumlah anggota Daops Batam sejumlah 30 orang yang terbagi menjadi dua regu yang secara aktif melakukan upaya-upaya pengendalian karhutla di wilayah yang menjadi salah satu jendela Indonesia dengan negara tetangga itu.

Dalam kurun waktu Januari hingga April 2018, sudah 25 kejadian karhutla seluas ± 129,62 ha berhasil ditangani oleh Manggala Agni Daops Batam. Sebagian besar kebakaran terjadi pada kawasan hutan lindung yang tersebar di beberapa Kecamatan seperti : Sei Beduk, Sekupang, Galang, Batu Ampar, Sagulung, Batuaji, Nongsa, dan Kecamatan Batam Kota. 

Selain Daops Batam, Manggala Agni Daops Ketapang juga terus melakukan peningkatan kapasitas masyarakat dengan memberikan pelatihan pengolahan cuka kayu kepada masyarakat yang berasal dari Desa Sei Awan Kiri, Tempurukan, Laman Dating, Sei Besar, dan Desa Sei Pelang (3/5/2018). Pelatihan yang mengundang pakar dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan KLHK juga diikuti oleh perwakilan Manggala Agni se-Kalimantan dan para pelaku usaha kehutanan setempat. 

Pelatihan ini menawarkan salah satu solusi bagi masyarakat dalam membuka lahan tanpa bakar. Bahan bakaran berupa biomassa yang berasal dari sisa tebangan di lahan dapat diolah menjadi cuka kayu yang dapat bermanfaat untuk masyarakat (djk).

Foto: Dok.KLHK