Kamis, 24 Mei 2018

Lagu “Salam Dari Batas Ujung Negeri” Angkat Pesona Tana Bentarum


Putussibau/Kalimantan Barat (IndonesiaMandiri) - Pesona Keindahan Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum seakan tidak pernah habis untuk dibahas. Banyak penulis, sastrawan dan seniman yang terinspirasi dan menciptakan karya setelah bersentuhan dengannya. 

Salah satunya adalah lagu “Salam dari Batas Ujung Negeri” gubahan Band Arwana yang telah malang melintang dalam dunia permusikan tanah air. Lagu ini diciptakan oleh Yudie Chaniago yang memiliki makna kecintaan terhadap Kalimantan Barat khususnya Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) yang terletak di Bumi Uncak Kapuas. 

Yudie Chaniago pendiri sekaligus penggerak Band Arwana mengatakan bahwa lagu ini untuk mengajak generasi muda lebih mengenal TaNa Bentarum sebagai paru-paru dunia sekaligus jantungnya Kalimantan saat launching lagunya di Putussibau (23/5). “TaNa Bentarum ini kan bagian Heart of Borneo (Jantung Kalimantan), kebanggaan dunia sehingga anak muda khususnya Kalimantan Barat harus memiliki kebanggaan yang sama,” ajaknyq. Ditambahkannya, generasi muda khususnya Kalimantan Barat juga harus memiliki semangat untuk melestarikan adat, budaya dan kearifan lokal yang masih terjaga utuh di masyarakat sekitar kawasan TaNa Bentarum yang terletak di perbatasan Negara. 

Sementara itu Kepala Balai Besar TaNa Bentarum, Arief Mahmud mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung serta mengapresiasi karya musik ciptaan Band Arwana yang digawangi Yudie Chaniago ini. “Lagu ini bisa memacu semangat serta menginspirasi generasi muda khususnya di Kalimantan Barat untuk mencintai tanah airnya sekaligus mempromosikan keindahan Bentarum ke pelosok negeri” pujinya. Arief menambahkan bahwa generasi muda yang hidup di era digital saat ini sangat mudah terpapar isu dan konten berita yang bisa memecah belah bangsa. 

Karenanya Salam dari Batas Ujung Negeri mengingatkan kembali pentingnya kontribusi generasi muda dalam memelihara persatuan dan tegaknya NKRI sebagaimana para pendiri bangsa dulu berkomitmen. “TaNa Bentarum ini letaknya di wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal), namun demikian harus diingat bahwa disitulah tantangannya, bagaimana anak muda bangsa terlibat aktif membangun negeri kita dengan perannya masing-masing”tuturnya. 

Disinggung mengenai pengukuhan Band Arwana sebagai Duta Konservasi TaNa Bentarum, Arief menilai bahwa pihaknya ingin agar TaNa Bentarum bisa lebih dikenal masyarakat luas tidak hanya di Kalimantan Barat namun di kancah nasional dan internasional melalui seni dan musik. 

Nama Arwana yang diambil dari nama salah satu ikan di Danau Sentarum ini, merupakan sedikit dari band tanah air yang masih eksis hingga saat ini dan berkiprah sejak 20 tahun silam. Di 2015 majalah Rolling Stone menobatkannya sebagai salah satu band legenda Indonesia dan memiliki fans khususnya di Kalimantan Barat sekitar 400 ribu hingga 500 ribu yang menamakan dirinya insang arwana. Group Band ini juga pernah didapuk menjadi duta pariwisata dan budaya Kalimantan Barat dan terakhir 2012 silam didaulat menjadi Duta Seni dan Budaya Kota Singkawang (ab). 

Foto: Istimewa