Selasa, 29 Mei 2018

Lanal Karimun Selamatkan 185 Cagar Budaya


Tanjung Balai Karimun/Kepri (IndonesiaMandiri) - Pangkalan Angkatan Laut/Lanal Tanjung Balai Karimun menyerahkan sebanyak 185 unit barang cagar budaya ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karimun. Barang cagar budaya tersebut diserahkan Pjs Komandan Lanal (Danlanal) Tanjung Balai Karimun Letkol Laut (PM) Didik Wahyudi kepada Kepala Disparbud Kabupaten Karimun, Zamri, di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun (26/5). 

Adapun rincian barang cagar budaya yang diserahkan antara lain berupa 112 mangkok sedang warna putih sebanyak, 15 mangkok kecil warna hitam, 20 mangkok kecil warna putih, satu ceret,  18 kendi sedang, lima kendi kecil dan sejumlah 14 potongan benda yang pecah/rusak. 

Pjs Danlanal Tanjung Balai Karimun, Letkol Laut (PM) Didik Wahyudi mengatakan, ditemukan barang cagar budaya tersebut pada saat Patkamla Pulau Karimun Combatboat beserta tim gabungan WFQR Lanal TBK, WFQR Lantamal IV dan WFQR Armada I melaksanakan pengamatan intelijen disekitar perairan Moro dengan target operasi diduga ada sebuah speed boat mencurigakan pada 25 Mei lalu. 

Setelah diperiksq, speed boat tanpa nama itu berlayar dari Pulau Kasu Belakang Padang Batam tujuan perairan Moro. Akhirnya tim mendapati sedang ada kegiatan pengambilan Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) atau cagar budaya secara ilegal yang dilakukan sebanyak lima orang. 

"Dari kelima orang itu,  AT merupakan pemilik kapal sedangkan empat lainnya berinisial Y, A, N dan R. Kelima orang yang pekerjaannya sebagai nelayan ini adalah warga Pulau Kasu Belakang Padang Batam. Modusnya saat beraksi berpura-pura menjadi nelayan. Pengakuan mereka, sudah berkali-kali melakukan kegiatan ilegal tersebut," jelas Pjs Danlanal Tanjung Balai Karimun. 

Di tempat yang sama Kadisparbud Kabupaten Karimun, Zamri menyampaikan, untuk sementara waktu barang cagar budaya diamankan di kantor Disparbud Kabupaten Karimun.  Dalam satu dua hari ini tim ahli dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat akan datang ke Karimun untuk meneliti barang cagar budaya yang ditemukan (rm). 

Foto: Dispen Armada I