Minggu, 13 Mei 2018

Latihan PPRC TNI Berlangsung Memukau

Ambon (IndonesiaMandiri) - Pertempuran dimulai  sejak dini hari, dua unit pasukan Marinir dan 10 unit Kendaraan Pengintai Infanteri Amfibi (Rantaifib) melakukan pendaratan dengan menggunakan KRI Banjarmasin yang sebelumnya gencar melakukan sejumlah tembakan di sasaran, di Tanjung Limean Desa Lingat. Dari Pantai Limean kemudian melaksanakan perebutan sasaran di desa Namtabung, Kecamatan Selaru.
 
Momen serangan tidak berhenti sampai disitu. Berbagai tembakan Serangan Udara Langsung (SUL) dilakukan oleh Pasukan Angkatan Udara dengan menggunakan dua unit pesawat F-16 memberikan tembakan bantuan guna melumpuhkan sasaran di Tanjung Tuau.

Kemudian, prajurit TNI-AD Linud Kostrad melaksanakan penerjunan secara bertahap di Lapangan Terbang Desa Lingat guna merebut sasaran yang telah ditentukan. Bergerak cepat, tepat dan senyap pasukan Linud Kostrad telah merebut sasaran dan menguasainya, demikian juga dengan Marinir serta pasukan Rantaifib menguasai pos-pos musuh yang menjadi titik sasaran.Tidak perlu waktu lama bagi seluruh personil Pasukan Pemukul Reaksi Cepat/PPRC TNI untuk menduduki dan mengamankan titik-titikl sasaran melaui kerjasama tiga matra darat, laut dan udara.
 
Hal tersebut di atas merupakan skenario Latihan Tempur PPRC TNI 2018 di Pulau Selaru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang diselenggarakan Kodiklat Mabes TNI, disaksikan oleh Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Suko Pranoto, Danrem 151/Binaiya Kolonel Inf Cristian Kurnianto Tehuteru, Asintel Kasdam XV/Pattimura Kolonel Inf Suranto,  Asops Kasdam XVI/Pattimura Kolonel inf Epy Gusdiawan, Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol Gatot Manglirat Putra, Dandim 1507/Saumlaki Letkol Inf Ryan Heryawan , Kapolres MTB AKBP Raymundus Andhi Hedianto dan Masyarakat Desa Lingat.
 
Latihan PPRC 2018 dirasa spesial karena mengambil lokasi di tiga tempat sekaligus yaitu di Morotai, Timika dan Selaru. Untuk latihan di Pulau Selaru dimulai 10-15, dan dibuat skenario untuk menghadapi tiga trouble spot sasaran di daerah yang berbeda.
 
PPRC bertugas melaksanakan tindakan reaksi cepat terhadap berbagai ancaman yang terjadi, yakni menangkal, menyanggah awal dan menghancurkan musuh yang mengganggu kedaulatan NKRI oleh Personel gabungan TNI dari tiga Matra, yaitu Darat, Laut dan dan Udara. Selain itu latihan juga bertujuan menampilkan profesionalisme TNI dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI dari ancaman gangguan yang mungkin muncul baik dari dalam maupun dari luar kepada masyarakat luas, dan menyatakan bahwa TNI selalu siap sedia.
 
Salah satu upaya mewujudkan daya tangkal yang tangguh dalam menghadapi setiap ancaman baik yang berasal dari luar maupun dari dalam negeri adalah membangun kekuatan TNI yang tangguh sebagai komponen utama pertahanan. Dengan latihan yang dilaksanakan kali ini dapat menjadi bahan evaluasi, guna menyempurnakan pelaksanaan PPRC TNI di 2019 mendatang (pdm).

Foto: Pendam16