Jumat, 11 Mei 2018

Masyarakat Purbalingga Siap Bangkit Dari Kemiskinan

Purbalingga/Jawa Tengah (IndonesiaMandiri) - "Ayam mampu bertelur saat berusia enam bulan dan berproduksi hingga umur dua tahun, yang penting jangan dipotong," begitu pesan Menteri Pertanian/Mentan Andi Amran Sulaiman, saat meluncurkan program Bedah Kemiskinan Rakyat Bekerja atau “Bekerja”, di Desa Samgkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Program “Bekerja” merupakan upaya Kementan untuk mengentaskan kemiskinan di Tanah Air berbasis pertanian dengan tiga tahapan, jangka pendek, menengah, dan panjang. Secara keseluruhan, kebijakan ini akan digelar di 1.000 desa di 100 kabupaten se-Indonesia.

Tiap rumah tangga pra sejahtera menerima bantuan 50 ekor ayam, dua ekor kambing /domba, dan 20 ekor kelinci. Bantuan ternak ayam dilengkapi kandang dan pakan selama enam bulan. Ada juga bantuan berupa bibit komoditas hortikultura dan perkebunan.

Mentan Amran menerangkan, masyarakat prasejahtera adalah masyarakat dengan pendapatan sekitar Rp 1,4 juta per bulan yang diyakininya akan bertambah pendapatanya menjadi Rp 2,5 juta per bulan, bila hewan ternak yang diberikan dikelola dengan baik.

Sebanyak 11.519 rumah tangga di Purbalingga masuk kategori pra sejahtera. Mereka tersebar di Kecamatan Mrebet, Kaligondang, Kutasari, dan Rembang. Kementan juga memberikan bantuan berupa tanaman tahunan, seperti buah-buahan. Amran berharap, masyarakat membangun cluster di tiap tiga hingga lima kecamatan. Tiap cluster menanam satu jenis tanaman. Dengan begitu kita mendorong kehadiran industri.

Berikut perincian bantuan Kementerian Pertanian di Kab. Purbalingga meliputi :
1) 1.000 bibit cabai
2) 280 saset benih aneka sayuran
3) 1.000 bibit pohon pisang
4) 100 bibit pohon durian
5) Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) berupa 80 kg trichoderma, 100 liter PGPR, dan satu buah hand sparayer
6) Pekarangan Pangan Berkelanjutan (PPB) senilai Rp250 juta
7) 475 ribu ekor ayam
8) 20 ekor kambing
9) 20 kandang ayam (ab).

Foto: Dok.Kementan